Populasi Ikan Sapu-Sapu di Kabupaten HSS Terkendali, Dinas Perikanan Menyarankan Bisa Dijadikan Umpan Ikan Toman
M Padil Ihsan• Kamis, 23 April 2026 | 13:24 WIB
Ikan sapu-sapu. (Foto: Wikipedia)
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Maraknya pemberitaan mengenai ledakan populasi ikan sapu-sapu yang dianggap sebagai hama di berbagai daerah, mulai memicu kekhawatiran masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Isu ini mencuat setelah sebuah unggahan video di media sosial mempertanyakan peran dinas terkait dalam memantau ekosistem di perairan setempat.
"Adakah dinas terkait yang meneliti tentang perkembangan ikan sapu-sapu di Sungai Nagara," tulis salah satu warga dalam keterangannya di Facebook.
Merespons hal tersebut, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten HSS memastikan populasi ikan sapu-sapu di wilayah tersebut masih dalam kategori aman.
Kepala Bidang Perikanan, Ahmad Fatmadiansyah menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan. "Saat ini populasi ikan sapu-sapu di HSS seperti di Sungai Nagara ini dinilai masih aman dan tidak perlu dikhawatirkan," ujarnya pada Rabu (22/4/2026).
Menurut Fatmadiansyah, keberadaan ikan predator alami seperti ikan toman di perairan HSS menjadi faktor kunci yang menghambat pertumbuhan spesies invasif tersebut.
"Kemungkinan karena masih banyak ikan-ikan pemakan daging seperti toman di perairan kita sini, sehingga membantu menghambat perkembangan ikan sapu-sapu," tambahnya.
Selain faktor predator, kondisi geografis dan kualitas air di HSS turut memengaruhi. Secara karakteristik, ikan sapu-sapu cenderung berkembang pesat pada perairan yang dangkal, tercemar, dan minim oksigen.
Sebaliknya, sungai di HSS memiliki bentang yang luas dan aliran yang terhubung langsung dengan daerah lain, sehingga konsentrasi populasinya tidak menumpuk di satu titik.
Mengingat masyarakat di kawasan Nagara mayoritas merupakan pembudidaya ikan toman, Fatmadiansyah menyarankan warga untuk memanfaatkan ikan sapu-sapu yang tertangkap secara mandiri.
"Kalau ikan sapu-sapu ini bisa dijadikan umpan, silahkan jadikan umpan saja untuk ikan toman," pungkasnya.
Langkah ini dinilai efektif untuk membantu menekan populasi sekaligus memberikan manfaat bagi sektor budidaya lokal.