Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mahasiswa Kritisi Program MBG ! Koordinator Regional MBG Kalsel Minta Warga Kawal Bersama

Zulvan Rahmatan • Kamis, 23 April 2026 | 12:33 WIB
SOROTAN: Puluhan mahasiswa berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Kalsel. Salah satunya menyoroti program MBG.
SOROTAN: Puluhan mahasiswa berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Kalsel. Salah satunya menyoroti program MBG.
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan tajam dari kalangan mahasiswa di Kalimantan Selatan. Selain dinilai belum tepat sasaran, transparansi anggaran program tersebut juga dipertanyakan.
Kritik itu disuarakan dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kalsel, Banjarmasin, Rabu (23/4/2026). Mahasiswa menilai, program MBG terlambat jika ditujukan untuk menekan angka stunting.
“Pencegahan stunting itu krusial di usia 0–5 tahun. Kalau menyasar anak sekolah, jelas sudah terlambat,” tegas M Irfan Naufal, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.
Tak hanya itu, mereka juga menyoroti besarnya anggaran MBG yang dinilai tidak sebanding dengan dampak yang dihasilkan, terutama jika dibandingkan dengan kondisi pendidikan yang masih membutuhkan perhatian serius.
“Pendidikan kita masih banyak masalah. Harusnya itu yang lebih diprioritaskan,” tambahnya.
Menanggapi kritik tersebut, Koordinator Regional MBG Kalsel, Siti Fatimah, menyatakan pihaknya hanya bertugas menampung aspirasi dan meneruskannya ke pemerintah pusat, dalam hal ini Badan Gizi Nasional (BGN).
“Semua masukan sudah kami sampaikan. Nanti pimpinan pusat yang akan memberikan penjelasan,” ujarnya.
Ia juga mengakui masih ada sejumlah kelemahan dalam pelaksanaan program di lapangan. Mulai dari keterbatasan sarana prasarana, kualitas menu, hingga penghentian sementara (suspend) beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurutnya, langkah suspend dilakukan sebagai bagian dari evaluasi untuk menjaga standar layanan, termasuk terkait perizinan seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
“Kalau belum memenuhi syarat, tentu harus dihentikan sementara sampai diperbaiki,” jelasnya.
Saat ini, jumlah SPPG di Kalsel telah mencapai sekitar 279 unit atau lebih dari 50 persen target. Namun, di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), pembangunan masih berlangsung dan belum ada yang beroperasi secara resmi.
Fatimah memastikan, SPPG yang telah memperbaiki kekurangan akan diverifikasi ulang sebelum diizinkan kembali beroperasi.
Ia juga mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan program MBG dengan melaporkan temuan melalui kanal pengaduan resmi.
“Partisipasi masyarakat penting agar program ini benar-benar tepat sasaran dan berkualitas,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto
#Koordinator Regional MBG #Kalsel #mahasiswa #Mbg