Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

HST Catat Inflasi Bulan Maret 0,38 Persen ! Komoditas Ini Paling Dominan

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Kamis, 23 April 2026 | 12:00 WIB
TERUNGKAP: Rakor TPID mengungkap Inflasi HST capai 0,38 persen di bulan Maret 2026.
TERUNGKAP: Rakor TPID mengungkap Inflasi HST capai 0,38 persen di bulan Maret 2026.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI – Inflasi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kembali merangkak naik pada Maret 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,38 persen secara bulanan (month to month), dengan tekanan utama berasal dari harga pangan.

Secara kumulatif, inflasi tahun kalender hingga Maret 2026 telah mencapai 1,68 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi 1,02 persen dan andil 0,44 persen terhadap inflasi umum.
Kepala BPS HST, Agus Salim, mengungkapkan lonjakan harga sejumlah komoditas pangan menjadi pemicu utama.
“Ikan papuyu, jagung manis, dan tomat mengalami kenaikan harga signifikan dan menjadi penyumbang inflasi terbesar bulan ini,” ujarnya dalam rapat koordinasi TPID, Kamis (23/4/2026).
Ikan papuyu tercatat sebagai penyumbang inflasi tertinggi dengan andil 0,21 persen. Disusul jagung manis dan tomat masing-masing 0,13 persen, serta telur ayam ras 0,12 persen. Kenaikan harga cabai merah dan daging ayam ras juga ikut menekan inflasi.
Meski demikian, laju inflasi sedikit tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Ikan gabus mencatat deflasi terdalam sebesar -0,23 persen, diikuti kacang panjang -0,11 persen, serta beras dan emas perhiasan masing-masing -0,08 persen.
Sementara itu, Bulog HST menyoroti harga minyak goreng yang masih menjadi perhatian. Kepala Bulog HST, M. Riza Wahyudi Al-Akram, menyebut harga minyak goreng “Minyak Kita” di tingkat pabrik berada di Rp13.500 per liter, namun dijual Rp14.500 per liter di HST akibat biaya distribusi.
“Biaya angkutan sekitar Rp400 per liter. Jika ada subsidi, harga bisa ditekan hingga Rp14.100 per liter,” jelasnya.
Namun, peran Bulog dalam distribusi minyak goreng di HST masih terbatas, hanya sekitar 20 persen dari total pasokan pasar.
Di sisi lain, stok beras dipastikan aman. Saat ini tersedia sekitar 5.000 ton beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan 4–5 bulan ke depan. Bulog juga telah menyalurkan bantuan pangan sebanyak 700 ton.
Meski begitu, muncul kendala baru dalam distribusi, yakni kelangkaan karung beras akibat terganggunya pasokan bahan baku di tingkat global.
“Masalahnya sekarang bukan pada beras, tapi karungnya yang mulai langka,” pungkas Riza.
Editor : Eddy Hardiyanto
#Maret #inflasi #HST