Pertemuan itu membahas langkah antisipasi dampak kekeringan serta penanganan fenomena susupan gunung di wilayah HSU.
Dalam pertemuan tersebut, Ditjen PSP Kementan menyatakan komitmennya mendukung HSU melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Bantuan itu diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan di tengah ancaman perubahan iklim ekstrem.
Bupati Sahrujani menegaskan penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan. Ia memastikan akan menindaklanjuti arahan tersebut dengan mengoordinasikan seluruh perangkat daerah terkait.
“Ke depan, kami akan memetakan target luas tanam hingga tingkat kecamatan dan desa. Ini langkah strategis untuk mendorong peningkatan produksi pertanian,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan capaian sektor pertanian HSU pada 2025. Realisasi luas tanam mencapai 17.512 hektare, melampaui target 14.350 hektare.
“Capaian ini patut disyukuri. Namun, kami tidak boleh berpuas diri. Ke depan, produksi pertanian harus terus ditingkatkan demi mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten HSU berharap mampu memperkuat kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan di daerah.
Editor : Fauzan Ridhani