Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pungut Sampah Pasar Batuah Martapura, Menteri Lingkungan Hidup Ingatkan Persoalan Sampah Harus Dituntaskan Lebih Awal

M Fadlan Zakiri • Selasa, 21 April 2026 | 17:32 WIB
JEPIT: Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq memungut sampah saat aksi bersih-bersih di kawasan Pasar Batuah Martapura, Kabupaten Banjar, Senin (20/4) sore. (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
JEPIT: Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq memungut sampah saat aksi bersih-bersih di kawasan Pasar Batuah Martapura, Kabupaten Banjar, Senin (20/4) sore. (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA - Persoalan sampah di Kabupaten Banjar masih menjadi pekerjaan rumah besar. Dari total timbulan sekitar 365 ton per hari, sekitar 27 persen di antaranya belum tertangani secara optimal. Kondisi ini mendapat perhatian langsung Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, saat melakukan kunjungan kerja, Senin (20/4).

Tak sekadar memberi arahan, Hanif ikut turun ke lapangan memungut sampah dalam aksi bersih-bersih dari kawasan Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) hingga Pasar Batuah Martapura. Aksi tersebut menjadi simbol bahwa persoalan sampah masih mendesak untuk ditangani secara serius. “Kalau ingin menuju Indonesia maju dan Indonesia Emas, persoalan dasar seperti sampah harus diselesaikan lebih awal,” tegasnya.

Berdasarkan data, sekitar 265 ton sampah per hari telah dikelola dan dibuang ke TPA Cahaya Kencana dengan sistem lebih terkontrol. Namun, sisa timbulan yang belum tertangani dinilai masih cukup besar.

Pemerintah Kabupaten Banjar menargetkan pengelolaan sampah mencapai 100 persen pada 2029. Target ini menjadi tantangan besar, mengingat masih adanya sampah yang belum tertangani hingga kini.

Hanif mengapresiasi langkah daerah yang telah menghentikan praktik open dumping sejak awal 2025. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi fondasi penting menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern.

Namun, ia menegaskan tantangan berikutnya adalah menekan produksi sampah dari sumbernya, terutama sampah organik. “Pemilahan dan pengolahan dari rumah tangga dan komunitas menjadi kunci,” ujarnya.

Ke depan, TPA diharapkan hanya menampung residu atau sampah anorganik, sehingga beban lingkungan dapat ditekan. Selain itu, penerapan sistem controlled landfill juga harus dilakukan secara disiplin, termasuk penutupan timbunan sampah secara rutin untuk mencegah pencemaran.

Di sisi lain, Kabupaten Banjar didorong menjadi daerah percontohan nasional dalam pengelolaan sampah. Harapan ini menjadi tantangan tersendiri di tengah kondisi yang belum sepenuhnya ideal.

Bupati Banjar, Saidi Mansyur menyatakan pihaknya terus memperkuat upaya penanganan, termasuk peningkatan anggaran, penyediaan sarana, hingga pemberdayaan masyarakat. “Kami melihat pengelolaan sampah juga punya nilai ekonomi, dan bisa mendorong kemandirian masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan, percepatan penanganan dari tingkat sumber menjadi kunci agar target pengelolaan 100 persen tidak sekadar wacana. “Kalau dari hulu tidak diselesaikan, TPA akan terus terbebani. Ini yang harus kita kejar bersama,” tekadnya.

Editor : Arief
#kalimantan selatan #kabupaten banjar #lingkungan hidup #Sampah