RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari - Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tanah Laut (Tala) tengah menghadapi tantangan serius akibat keterbatasan sumber daya manusia (SDM).
Minimnya jumlah pegawai dinilai berpotensi memengaruhi optimalisasi pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam urusan haji dan umrah.
Kepala Kantor Kemenhaj Tala, KH Awang Fathuddin, mengungkapkan bahwa saat ini total pegawai di kantornya hanya berjumlah enam orang, termasuk dirinya.
Dari jumlah tersebut, sebagian merupakan pegawai pindahan dari Pelaksana Haji dan Umrah (PHU) di Kementerian Agama (Kemenag) Tala, serta satu orang dari Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kondisi ini tentu jauh dari ideal. Bahkan saat ini kami belum memiliki Kepala Seksi Bina Haji maupun Kepala Subbagian Tata Usaha,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Kekosongan pada posisi strategis tersebut membuat beban kerja yang ada harus ditanggung bersama oleh jumlah pegawai yang terbatas.
Hal ini dikhawatirkan dapat berdampak pada efektivitas pelayanan publik yang menjadi tanggung jawab utama lembaga tersebut.
Sebagai langkah awal untuk mengatasi keterbatasan ini, pihak Kemenhaj Tala berencana membuka rekrutmen tenaga outsourcing sebanyak dua orang.
Posisi yang dibutuhkan meliputi petugas kebersihan dan pramubakti.
"Proses rekrutmen direncanakan akan dilakukan dalam waktu dekat, dengan mekanisme yang masih dipertimbangkan, apakah melalui sistem terbuka atau lainnya," jelasnya.
Meski demikian, upaya tersebut dinilai masih belum cukup untuk menutup kekurangan tenaga kerja secara keseluruhan.
"Ke depan harapannya ada perhatian lebih dari pemerintah pusat terkait pemenuhan kebutuhan SDM, agar pelayanan kepada masyarakat, khususnya calon jemaah haji dan umrah, dapat berjalan maksimal," tandasnya.
Editor : Sutrisno