BANJARMASIN – Sebanyak 11.358 peserta mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Lambung Mangkurat. Pelaksanaan berlangsung terpusat di kampus Banjarmasin pada 21–29 April 2026 dengan dukungan 645 komputer yang tersebar di 24 laboratorium.
Rektor ULM, Prof Ahmad Alim Bachri menegaskan kesiapan sarana dan prasarana menjadi bagian dari komitmen kampus untuk menjamin ujian berjalan tertib, transparan, dan akuntabel.
“Kami memastikan fasilitas, sistem, serta pengawasan berjalan optimal agar seluruh peserta mendapat layanan terbaik,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kapasitas kursi UTBK-SNBT di ULM mencapai 12.900, dengan jumlah pendaftar yang memilih ULM sebanyak 11.909 orang, termasuk 2.984 pendaftar dari jalur KIP-K.
Wakil Rektor Bidang Akademik ULM, Dr Iwan Aflanie menyampaikan pelaksanaan hari pertama berjalan lancar. Dari total peserta, sebanyak 645 orang dijadwalkan mengikuti ujian pada hari pertama, dengan 21 peserta tercatat tidak hadir.
Ia juga menjelaskan komposisi penerimaan mahasiswa baru, di mana jalur SNBT ditargetkan minimal 40 persen di setiap program studi. “Kami cenderung mengoptimalkan jalur SNBT, bahkan sebagian besar prodi menargetkan hingga 50 persen dari total penerimaan mahasiswa,” jelasnya.
ULM turut menegaskan komitmennya sebagai kampus inklusif. Sebanyak lima peserta disabilitas mengikuti UTBK, terdiri dari dua tunadaksa, dua tunarungu, dan satu tunawicara. Pelaksanaan ujian bagi mereka difasilitasi pada sesi khusus di Gedung Pascasarjana, lengkap dengan dukungan relawan sesuai kebutuhan.
Untuk mencegah kecurangan, panitia memperketat pengawasan sejak tahap awal. Koordinasi dengan panitia pusat dilakukan untuk mendeteksi potensi anomali data peserta. Selain itu, pemeriksaan ketat dilakukan sebelum peserta memasuki ruang ujian, serta pemantauan intensif selama ujian berlangsung.
Peserta juga dilarang membawa perangkat elektronik seperti ponsel dan jam tangan. Seluruh barang pribadi wajib disimpan di loker yang telah disediakan panitia. “Jika terbukti melakukan kecurangan, hasil ujian akan langsung dibatalkan,” tegas Iwan.
Selain itu, ULM mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas selama pelaksanaan UTBK, termasuk meminimalkan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebisingan di area sekitar lokasi ujian.
Editor : Nurhidayat