Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Gotong Royong Tanpa Henti Bersihkan Sungai Tambarangan, Alat Berat Diturunkan 

Rasidi Fadli • Selasa, 21 April 2026 | 09:07 WIB
TURUN KEMBALI: Segenap pihak serta masyarakat kembali turun untuk melaksanakan aksi lanjutan bersih-bersih sungai Tambarangan.
Foto Rasidi Fadli 
TURUN KEMBALI: Segenap pihak serta masyarakat kembali turun untuk melaksanakan aksi lanjutan bersih-bersih sungai Tambarangan. Foto Rasidi Fadli 

 

https://radarbanjarmasin.jawapos.com,RANTAU – Upaya menormalisasi aliran Sungai Tambarangan terus berlanjut. Senin (20/4/2026), pagi hingga sore. Aksi bersih-bersih kembali digelar dengan cakupan yang lebih luas. Tak hanya melibatkan lintas instansi, kegiatan kali ini juga diperkuat oleh partisipasi aktif masyarakat desa setempat.

Semangat gotong royong tampak kental di lapangan. Warga bersama aparat bahu-membahu menyisir aliran sungai yang sebelumnya belum tersentuh pada tahap awal pembersihan.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tapin Selatan, Syarwani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya. Fokus utama diarahkan pada titik sambungan agar pembersihan tidak terputus dan bisa dilakukan secara menyeluruh.

“Ini lanjutan dari yang kemarin. Kita kejar titik sambungan yang belum sempat ditangani, supaya hasilnya benar-benar bersih total,” jelasnya, Selasa (21/4/2026).

Di lapangan, tantangan teknis tak bisa dihindari. Meski alat berat diturunkan untuk membantu percepatan pekerjaan, kondisi medan yang sulit membuat alat tersebut tidak dapat langsung menjangkau badan sungai.

Namun hal itu tak menyurutkan upaya. Alat berat tetap dimanfaatkan secara maksimal dengan membuka akses jalan dan membuat saluran penunjang.

“Memang alat berat tidak bisa langsung masuk ke sungai. Jadi kita fungsikan untuk membuka jalur, agar pengangkutan material lebih mudah,” tambah Syarwani.

Material yang dimaksud bukan jumlah kecil. Tumpukan kayu, ranting, hingga sampah yang selama ini menyumbat aliran sungai harus diangkat satu per satu. Di sinilah peran masyarakat menjadi sangat krusial.

Dengan metode manual, warga turun langsung ke aliran sungai, menyisir dan mengangkat sumbatan. Sementara itu, alat berat memastikan jalur distribusi hasil pembersihan tetap lancar.

Kombinasi kerja manual dan dukungan alat berat ini dinilai cukup efektif mempercepat proses normalisasi.

Lebih dari sekadar kegiatan fisik, aksi ini juga membawa pesan penting. Syarwani berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat tidak berhenti di sini, melainkan menjadi budaya bersama dalam menjaga lingkungan.

“Kalau kita kerjakan bersama, hasilnya jelas lebih maksimal. Sungai bersih, aliran lancar, dan yang paling penting risiko banjir bisa ditekan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa menjaga sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Kesadaran kolektif menjadi kunci agar upaya yang sudah dilakukan tidak sia-sia.

"Dengan kerja bersama yang terus terjaga, Sungai Tambarangan diharapkan kembali berfungsi optimal sebagai jalur aliran air, bukan lagi menjadi sumber persoalan saat musim hujan tiba," paparnya.

Syarwani, secara tegas mengimbau masyarakat agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar tidak membuang sampah ke sungai,” ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi salah satu penyebab utama terjadinya penyumbatan aliran sungai. Akibatnya, saat debit air meningkat, sungai tidak mampu menampung aliran dan berpotensi meluap.

“Ini yang harus kita ubah bersama. Karena dampaknya kembali ke masyarakat sendiri, terutama saat terjadi hujan deras,” jelasnya.

Editor : Arif Subekti
#LINTAS #Tapin #Rantau #aksi bersih bersih