MARABAHAN-Percepatan pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik menjadi sorotan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Barito Kuala.
Kepala BPKAD Batola, H. Fuad Syekh, menegaskan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diminta segera mempercepat proses pengadaan barang dan jasa. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah.
“Percepatan ini harus dilakukan agar hasil pembangunan bisa segera dirasakan masyarakat,” ujarnya, saat menjadi pembina apel pagi, pada Senin (16/3/2026).
Selain itu, koordinasi dengan Inspektorat juga diminta lebih aktif, khususnya dalam proses review kegiatan. Efisiensi waktu menjadi kunci di tengah kondisi keuangan yang dinamis.
Di sisi lain, Fuad turut menyampaikan kabar terkait kesejahteraan ASN. Ia mengungkapkan Peraturan Pemerintah mengenai gaji ke-13 dan TPP THR telah terbit. Bahkan, Bupati Batola telah mengeluarkan SK pembayaran sebagai bentuk penghargaan atas kinerja ASN.
Memasuki triwulan I 2026, Pemkab Batola juga telah melakukan pergeseran anggaran tahap kedua. Ia mengingatkan agar setiap usulan pergeseran benar-benar difokuskan pada program prioritas.
Adapun skema anggaran kas yang disepakati yakni triwulan I sebesar 20 persen, triwulan II 20 persen, triwulan III 10 persen, dan triwulan IV sebesar 50 persen.
Sementara itu, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih tergolong rendah. Hingga 13 Maret 2026, capaian PAD baru berada di kisaran 4 hingga 5 persen dari target.
Karena itu, seluruh jajaran diminta lebih maksimal menggali potensi pajak dan retribusi daerah agar ketergantungan terhadap dana transfer pusat dapat ditekan.
“Kita harus konsisten meningkatkan PAD agar target pendapatan bisa tercapai optimal,” pungkasnya.