Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Di Balik Capaian IPM Tinggi ! Emi Lasari Ingatkan Pemko Banjarbaru Masih Dibayangi Sejumlah PR Krusial

Sheilla Farazela • Senin, 20 April 2026 | 15:28 WIB
Anggota DPRD Banjarbaru Emi Lasari saat diwawancarai.
Anggota DPRD Banjarbaru Emi Lasari saat diwawancarai.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Capaian gemilang Kota Banjarbaru dalam beberapa tahun terakhir tak menutup fakta bahwa masih banyak persoalan mendasar yang perlu segera dibenahi.

Hal ini disampaikan Emi Lasari dalam momentum Hari Jadi ke-27 Banjarbaru. Ia mengapresiasi tingginya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi, namun mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat semua pihak lengah.

“IPM tinggi, pertumbuhan ekonomi juga baik. Tapi masih ada catatan penting yang harus jadi perhatian bersama,” ujarnya.

Salah satu sorotan utama adalah belum rampungnya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), meski Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) telah ditetapkan sejak 2023. Padahal, RDTR menjadi kunci arah pembangunan, terutama setelah Banjarbaru ditetapkan sebagai ibu kota provinsi.

Keterlambatan ini dinilai berpotensi menghambat pembangunan yang terarah dan terukur.

Di sisi lain, lonjakan jumlah penduduk yang mencapai hampir 7.000 jiwa per tahun mulai memberi tekanan serius. Dampaknya terlihat pada kepadatan lalu lintas, meningkatnya kebutuhan fasilitas umum, hingga layanan dasar.

“Pertumbuhan penduduk pasti berdampak pada banyak sektor, mulai dari transportasi hingga pelayanan publik,” katanya.

Masalah juga muncul di sektor pendidikan. Ketimpangan antara jumlah lulusan dan daya tampung sekolah memicu keluhan, terutama terkait sistem zonasi.

Sektor kesehatan pun menghadapi tantangan serupa. Bertambahnya penduduk menuntut penambahan fasilitas seperti puskesmas dan posyandu agar pelayanan tetap optimal.

Tak kalah krusial, persoalan lingkungan kian mendesak. Produksi sampah yang mencapai sekitar 1,9 ton per hari menjadi beban di tengah keterbatasan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA). Edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga dinilai perlu diperkuat.

Selain itu, berkurangnya kawasan resapan air mulai memicu munculnya titik-titik banjir baru. Bahkan, hujan selama dua hingga tiga jam kini sudah cukup menyebabkan genangan di sejumlah wilayah.

“Sistem drainase kita perlu dibenahi dan disesuaikan dengan kondisi saat ini,” tegasnya.

Di usia ke-27, Banjarbaru diingatkan untuk tidak hanya berbangga dengan capaian, tetapi juga berani menghadapi tantangan. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci untuk mewujudkan Banjarbaru sebagai ibu kota provinsi yang maju dan berkelanjutan.

Editor : Eddy Hardiyanto
#PR Krusial #ipm #banjarbaru