BANJARBARU – DPRD Kota Banjarbaru menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru, di Ruang Graha Paripurna Lantai III Gedung DPRD, Minggu (19/4/2026).
Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kota Banjarbaru, Neni Hendriyawaty, dengan mengusung tema “Kita Gawi Sabarataan, Bakurinah Gasan Banjarbaru Emas”. Hadir Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby bersama Wakil Wali Kota Wartono, serta Wakil Ketua II DPRD Windi Novianto, Forkopimda, kepala SKPD, dan undangan lainnya.
Dalam pidato pengantar, Neni menyampaikan gambaran kinerja DPRD periode 2024–2029 yang mulai bertugas sejak 9 Oktober 2024. Ia menegaskan, sebagai lembaga perwakilan rakyat, DPRD terus berupaya maksimal menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan sesuai amanat peraturan perundang-undangan.
“Dalam fungsi legislasi, kami berkomitmen bersama pemerintah kota hanya membahas dan menetapkan peraturan daerah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat serta menghindari regulasi yang justru membebani masyarakat,” ujarnya.
Neni juga menekankan pentingnya memaknai rapat paripurna ini sebagai forum yang tidak sekadar seremonial. “Kita bisa berbeda warna, tapi jangan berbeda tujuan. Masyarakat tidak menilai seberapa keras kita berdebat, tetapi seberapa nyata hasil kerja kita,” tegasnya.
Terkait fungsi anggaran, DPRD memastikan pembahasan APBD dilakukan dengan memperhatikan skala prioritas kebutuhan daerah serta prinsip efisiensi, sehingga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Sementara pada fungsi pengawasan, DPRD melaksanakannya melalui rapat kerja alat kelengkapan dewan, rapat dengar pendapat, hingga kunjungan lapangan guna memastikan program pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan anggaran.
Neni juga mengakui masih terdapat berbagai aspirasi masyarakat yang belum sepenuhnya terakomodasi. “Kami terbuka terhadap kritik dan saran sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja ke depan,” ucapnya.
Dalam wawancara usai rapat, Neni menilai tantangan ke depan semakin kompleks, terutama dengan keterbatasan anggaran daerah. Meski demikian, Banjarbaru sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan dituntut terus berkembang dan lebih maju dibanding daerah lain di sekitarnya.
“Kami yakin dengan kepemimpinan yang ada, Banjarbaru bisa terus berkembang, meski dengan anggaran yang efisien,” katanya.
Neni juga mengajak masyarakat aktif menyampaikan aspirasi secara konstruktif. “Pemerintah kota dan DPRD selalu terbuka menerima masukan demi pembangunan Banjarbaru,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby dalam sambutannya menyampaikan sejumlah capaian pembangunan selama masa kepemimpinannya. Ia juga memberikan apresiasi kepada DPRD, Forkopimda, dan seluruh stakeholder atas sinergi yang telah terjalin.
Wali kota berharap kolaborasi yang sudah berjalan baik dapat terus ditingkatkan, sehingga Banjarbaru benar-benar menjadi kota yang maju, adil, sejahtera, serta menjadi “harapan baru” bagi masyarakat.
Editor : Nurhidayat