RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KOTABARU - Siring Laut Kotabaru mendadak berubah menjadi panggung mode spektakuler. Lampu gemerlap berpadu dengan langkah percaya diri para model yang menampilkan kebaya berkilau dalam balutan acara “A Night Full of Sparkling Kebaya”, Jumat (17/4) malam.
Namun, yang mencuri perhatian bukanlah desainer profesional. Seluruh karya yang tampil di runway justru merupakan hasil tangan kreatif siswa jurusan Desain Produksi Busana SMKN 1 Kotabaru.
Pagelaran ini menjadi puncak Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa kelas XII—momen pembuktian bahwa mereka siap terjun ke dunia industri fashion.
Setiap busana yang ditampilkan lahir dari proses panjang: mulai dari sketsa desain, pemilihan bahan, pembuatan pola, hingga tahap menjahit dengan detail rumit. Tema “sparkling kebaya” dipilih untuk menguji kemampuan siswa dalam memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern, termasuk ketelitian dalam aplikasi payet.
Kepala SMKN 1 Kotabaru, Diyah Safitri, menegaskan bahwa konsep UKK terbuka ini sengaja dihadirkan untuk mendekatkan dunia pendidikan dengan standar industri.
“Lulusan kami tidak hanya harus kuat di teori, tapi juga siap pakai. Di sini mental, kreativitas, dan kualitas karya mereka benar-benar diuji,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kotabaru, Risna, yang hadir langsung menyaksikan pagelaran tersebut.
Ia menilai karya para siswa mampu menghadirkan kebaya dalam wajah baru tanpa meninggalkan identitas budaya.
“Kreativitas mereka luar biasa. Kebaya tetap tampil elegan sebagai jati diri bangsa, tapi dengan sentuhan modern yang kuat,” ungkapnya.
Dengan kualitas jahitan yang dinilai mumpuni, karya para siswa bahkan disebut layak bersaing di pasar fashion lokal hingga nasional.
Tak hanya menjadi ajang ujian, pagelaran ini juga menjadi bentuk kampanye pelestarian budaya, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap busana tradisional Indonesia.
Editor : Eddy Hardiyanto