Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jalan Bergelombang Dikeluhkan Warga ! Sudah 7 Tahun Jalan Tatah Belayung Banjarmasin Tak tersentuh Perbaikan

Endang Syarifuddin • Minggu, 19 April 2026 | 13:25 WIB
MEMBAHAYAKAN: Kondisi Jalan Tatah Belayung, Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan, tampak bergelombang.
MEMBAHAYAKAN: Kondisi Jalan Tatah Belayung, Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan, tampak bergelombang.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Warga Jalan Tatah Belayung, Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan, harus menelan kenyataan pahit. Selama sekitar tujuh tahun, jalan yang menjadi akses vital tersebut dibiarkan rusak tanpa perbaikan signifikan.

Permukaan jalan dipenuhi lubang dan gelombang, membuat pengendara—terutama roda dua—harus ekstra hati-hati setiap melintas. Bahkan, tak sedikit yang menjadi korban.

Misbah, salah satu warga, menyebut kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa penanganan serius.

“Sudah sekitar tujuh tahunan rusaknya, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan berarti,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, titik paling berbahaya berada di tengah jalan yang dipenuhi lubang cukup dalam. Banyak pengendara kehilangan keseimbangan hingga terjatuh.

“Sering orang jatuh di situ. Saya sendiri pernah sampai tercebur ke sungai,” ungkapnya.

Risiko makin tinggi karena posisi jalan berada di tepi aliran sungai. Minimnya penerangan jalan juga memperparah situasi, terutama pada malam hari.

“Lampu jalan kadang hidup, kadang mati. Yang rusak parah justru gelap total,” tambahnya.

Kondisi ini membuat warga resah. Selain membahayakan, jalan tersebut merupakan jalur utama aktivitas harian, termasuk bagi anak-anak yang pergi ke sekolah.

Warga pun berharap pemerintah segera turun tangan.

“Kami hanya ingin jalan ini aman dilalui. Anak-anak sekolah setiap hari lewat sini,” harap Misbah.

Sementara itu, Dinas PUPR Kota Banjarmasin mengakui kerusakan jalan tersebut membutuhkan penanganan serius.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Kartika Estaurina, menjelaskan bahwa hasil kajian menunjukkan ruas sepanjang sekitar 1,7 kilometer mengalami kerusakan dari ringan hingga berat, bahkan menembus struktur dasar jalan.

“Estimasi kebutuhan anggaran untuk perbaikan menyeluruh sekitar Rp8 miliar,” jelasnya.

Ia menyebut, kerusakan diperparah oleh meningkatnya lalu lintas dan kondisi geografis kawasan rawa yang membuat struktur jalan mudah turun.

Upaya perbaikan sebenarnya sudah diusulkan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD), namun belum seluruhnya mendapat persetujuan pendanaan.

“Tahun ini kembali kami usulkan, termasuk melalui APBD Perubahan, agar bisa masuk prioritas,” katanya.

Sebagai langkah awal, pada 2026 akan dilakukan penanganan terbatas di titik paling rusak sepanjang 400 meter dengan anggaran sekitar Rp1 miliar.

Perbaikan tidak hanya pengaspalan, tetapi juga pembangunan siring untuk menahan gerusan air dan menjaga kestabilan jalan.

Editor : Eddy Hardiyanto
#jalan bergelombang #Tatah Belayung #banjarmasin