RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Kemeriahan Pesta Rakyat Hari Jadi ke-23 Kabupaten Balangan mendadak menuai sorotan. Bukan soal panggung hiburan, melainkan tayangan visual di videotron utama yang dinilai kurang sensitif terhadap norma lokal.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, layar videotron di kawasan Tugu Maritam beberapa kali menyorot sosok pria berpenampilan feminin di tengah kerumunan penonton. Sosok tersebut tampil dengan busana mencolok, lengkap dengan riasan dan gaya ekspresif yang memancing perhatian.
Alih-alih menghibur, tayangan ini justru memicu kritik dari publik. Banyak yang menilai, visual tersebut tidak selaras dengan nilai religius dan kearifan lokal masyarakat Balangan yang dikenal kuat menjunjung norma budaya.
Sejumlah netizen hingga influencer lokal menyoroti lemahnya kontrol visual dalam acara berskala besar tersebut. Mereka menilai tim produksi seharusnya lebih selektif dalam menampilkan gambar ke layar utama.
“Ini acara publik, harusnya ada kontrol. Jangan sampai visual seperti itu justru menyinggung masyarakat,” ujar salah satu influencer lokal.
Sorotan ini semakin menguat karena kejadian serupa disebut pernah terjadi sebelumnya dalam acara hiburan di wilayah yang sama. Publik pun menilai panitia belum sepenuhnya belajar dari pengalaman.
Menanggapi polemik tersebut, Boost Event Organizer selaku penyelenggara akhirnya angkat bicara. Mereka mengakui adanya kekeliruan dalam pengelolaan visual di lapangan.
“Kami mohon maaf atas kejadian yang menjadi sorotan. Ini menjadi evaluasi penting bagi kami ke depan,” ujar perwakilan EO.
Pihaknya juga menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan tanggung jawab manajemen, bukan kesalahan individu seperti MC atau kameramen.
Ke depan, penyelenggara berjanji akan lebih selektif dan sensitif dalam menampilkan konten visual, agar kemeriahan acara tidak lagi ternodai oleh hal-hal yang berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Editor : Eddy Hardiyanto