RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Kasus kemunculan ular king kobra di permukiman warga Kabupaten Hulu Sungai Selatan kian meningkat. Kondisi ini membuat Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) HSS mulai gencar menyebarkan poster imbauan kewaspadaan kepada masyarakat.
Kepala Seksi Penanggulangan dan Penyelamatan Damkar HSS, Mukhlis, mengungkapkan penanganan ular king kobra kini menjadi kasus yang paling dominan ditangani timnya.
“Saat ini, kasus ular king kobra masuk rumah paling mendominasi. Habitatnya mulai terancam, sehingga ular masuk ke permukiman untuk mencari makan seperti tikus atau tempat berlindung,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Ia mengingatkan, king kobra merupakan salah satu ular paling berbahaya dan memerlukan penanganan khusus. Kesalahan penanganan bisa berakibat fatal.
“Gigitan king kobra sangat berbahaya. Jika tidak ditangani dengan tepat, dalam waktu sekitar 15 menit bisa menyebabkan kematian,” tegasnya.
Menurut Mukhlis, ular ini cenderung menyukai lingkungan lembap, kotor, serta area dengan tumpukan sampah di dalam maupun sekitar rumah.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, lubang-lubang yang berpotensi menjadi jalur masuk ular harus ditutup rapat.
“Jaga kebersihan rumah, hindari tumpukan sampah, tutup celah atau lubang, dan gunakan pengharum karena ular tidak menyukai bau menyengat,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto