RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Tanah Laut (Tala) memastikan perbaikan infrastruktur terus dilakukan pada 2026.
Selain Jembatan Sungai Bakar, perbaikan juga difokuskan pada Jembatan Martadah Baru di Kecamatan Tambang Ulang.
Jembatan yang menjadi akses utama masyarakat itu rusak akibat banjir. Warga terpaksa menggunakan jembatan kayu darurat atau menempuh jalur alternatif dengan jarak yang lebih jauh.
Kepala Dinas PUPRP Tala melalui Kepala Bidang Bina Marga, Dwi Hadi Putra, mengatakan bahwa proyek perbaikan jembatan sebenarnya telah direncanakan sebelum bencana terjadi. Namun, kerusakan parah akibat banjir membuat perencanaan anggaran harus disesuaikan.
Awalnya, perbaikan diusulkan dengan anggaran sekitar Rp1 miliar. Setelah banjir merusak struktur jembatan secara signifikan, kebutuhan anggaran meningkat menjadi sekitar Rp3 miliar untuk pembangunan yang lebih kokoh menggunakan rangka baja.
“Kerusakan akibat banjir cukup parah sehingga perlu penyesuaian desain dan anggaran. Tahun ini kita realisasikan dengan konstruksi yang lebih kuat,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Lebih lanjut, dia mengatakan dalam pelaksanaannya, PUPRP juga menerapkan efisiensi dengan memanfaatkan material rangka baja dari jembatan lain yang masih layak pakai.
"Material tersebut dikombinasikan dengan komponen baru guna memastikan kekuatan struktur," terangnya.
Dwi menyatakan percepatan pembangunan ini diharapkan dapat segera memulihkan akses transportasi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
"Saat ini, persiapan teknis dan material terus dimatangkan agar jembatan permanen dapat segera difungsikan," tandasnya. (sal).
Editor : Sutrisno