RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM,BARABAI – Warga Desa Murung Ta’al, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), kini bisa bernapas lega. Jembatan gantung yang sebelumnya rusak dan membahayakan akhirnya direhabilitasi dan diresmikan, Kamis (16/4/2026) sore.
Jembatan yang dulunya reyot dan kerap membuat warga waswas saat melintas, kini berdiri kokoh berkat pembangunan oleh jajaran Polres HST. Kehadiran program Jembatan Merah Putih langsung membawa perubahan besar bagi aktivitas masyarakat.
Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, mengatakan pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Tak sekadar simbolis, proyek ini menjadi wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.
“Jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas warga, terutama untuk menuju kebun dan sawah,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Lebih dari itu, jembatan tersebut juga menjadi penghubung penting antarwilayah, yakni Kecamatan Labuan Amas Selatan, Haruyan, dan Batu Benawa. Dampaknya, aktivitas ekonomi warga diprediksi ikut terdongkrak.
Jupri menegaskan, Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berkomitmen mendukung pembangunan daerah.
“Ini bentuk kontribusi kami untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Peresmian jembatan pun disambut antusias warga. Banyak yang hadir untuk menyaksikan langsung momen tersebut. Kini, akses yang lebih aman dan nyaman diharapkan mampu memperlancar aktivitas sehari-hari sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Editor : Eddy Hardiyanto