Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sisir Sungai di Tapin Selatan, Gerak Cepat Cegah Banjir

Rasidi Fadli • Kamis, 16 April 2026 | 15:39 WIB
BERSIHKAN: Petugas gabungan menyisir sungai Tambarangan untuk membersihkan sampah maupun ranting pohon yang menghambat aliran sungai. (Foto: Rasidi Fadli) 
BERSIHKAN: Petugas gabungan menyisir sungai Tambarangan untuk membersihkan sampah maupun ranting pohon yang menghambat aliran sungai. (Foto: Rasidi Fadli) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, RANTAU - Upaya penanggulangan banjir terus dilakukan dengan langkah nyata. Salah satunya melalui aksi gotong royong pembersihan sungai yang melibatkan lintas instansi dan masyarakat di Kecamatan Tapin Selatan, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 Wita hingga 14.30 Wita itu difokuskan pada penyisiran aliran sungai dari tumpukan sampah dan material kayu.

Berbagai peralatan pun dikerahkan, mulai dari mesin pemotong kayu (chainsaw), parang, gergaji, hingga armada angkut seperti mobil truk, pikap, tossa, dan perahu karet.

Targetnya tak main-main. Dalam satu hari, pembersihan sungai ditargetkan mampu menjangkau hingga sepanjang 5 kilometer.

Plt Camat Tapin Selatan, Syarwani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari anggota DPRD Tapin, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, BPBD, PUPR, Satpol PP, Brimob Polda Kalsel, hingga masyarakat dan relawan.

“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama melaksanakan pembersihan sungai warga. Ini bentuk kepedulian kita bersama terhadap lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembersihan dimulai dari belakang Pasar Tambarangan dan menyisir aliran sungai hingga kurang lebih dua kilometer pada tahap awal.

Menurutnya, kondisi sungai sebelumnya dipenuhi sampah plastik, ranting, hingga batang pohon yang menghambat aliran air. Akibatnya, saat curah hujan tinggi, air mudah meluap dan memicu genangan.

“Setelah kita bersihkan, aliran air kembali lancar. Ini yang kita harapkan, sehingga bisa mengurangi potensi banjir,” jelas Syarwani.

Ke depan, kegiatan serupa akan terus dijadwalkan secara berkala dengan melibatkan lebih banyak pihak. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai.

“Kalau sungai bersih, manfaatnya kembali ke kita semua. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Editor : Sutrisno
#Tapin #Rantau