Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lanjutkan Pembangunan Istana Anak Yatim, Pemkab Balangan Kucurkan Rp7 Miliar

M Dirga • Kamis, 16 April 2026 | 15:35 WIB
TAHAP LANJUTAN: Kondisi terkini lokasi pembangunan Istana Anak Yatim di Lingsir, Kecamatan Paringin Selatan.  
(M Dirga / Radar Banjarmasin)
TAHAP LANJUTAN: Kondisi terkini lokasi pembangunan Istana Anak Yatim di Lingsir, Kecamatan Paringin Selatan.   (M Dirga / Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) memastikan pembangunan Istana Anak Yatim di Lingsir, Kecamatan Paringin Selatan, terus berjalan. 

Proyek yang masuk dalam daftar program strategis daerah ini kembali mendapatkan kucuran dana segar sebesar Rp7 miliar pada tahun anggaran 2026.

Pembangunan gedung yang didesain untuk meningkatkan kualitas hidup anak yatim di Bumi Sanggam ini telah dilakukan secara bertahap sejak tahun 2021. Dimulai dengan kantor pengelola, proyek ini kemudian dilanjutkan dengan pembangunan asrama santri sebagai fasilitas pendukung utama.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPRPerkim Balangan, Herbet Sihombing menjelaskan, pengerjaan tahun ini difokuskan pada tahap penyelesaian atau finishing bangunan asrama. Selain itu, aspek keamanan konstruksi juga menjadi perhatian serius mengingat kondisi geografis lokasi pembangunan.

"Tahun ini dilanjutkan pada pekerjaan finishing lantai, pemasangan jendela dan pintu, serta pengecatan. Selain itu, akan dilakukan pengerjaan perkuatan tanah karena lokasi bangunan berada di area yang rawan longsor dan tergerus air," ujar Herbet.

Mengenai pagu anggaran sebesar Rp7 miliar tersebut, saat ini pihak dinas tengah melakukan langkah persiapan teknis. Herbet menyebut, mereka sedang melakukan peninjauan ulang (review) terhadap perencanaan dan penyesuaian Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Hal ini dinilai krusial karena adanya kenaikan harga material bangunan yang cukup signifikan di pasaran.

Langkah pengadaan barang dan jasa baru akan dimulai setelah seluruh proses administrasi dan penyesuaian harga rampung dilakukan. Targetnya, pengerjaan fisik di lapangan sudah bisa dimulai pada pertengahan tahun ini.

"Setelah semua siap, baru akan dilakukan proses pengadaan. Target pengerjaan lanjutan proyek ini dimulai pada bulan Juli 2026 setelah proses tanda tangan kontrak dilaksanakan," tambahnya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#proyek #kalimantan selatan #Balangan #anak yatim