Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mengais Rezeki dari Panggung ke Panggung, Kisah Penjual Alas Duduk yang Keliling Kalimantan

M Dirga • Kamis, 16 April 2026 | 15:26 WIB
ALAS DUDUK: Penjual alas duduk saat menawarkan dagangannya kepada penonton konser Dewa 19 di kawasan Tugu Maritam, Paringin. (Foto: M Dirga/Radar Banjarmasin)
ALAS DUDUK: Penjual alas duduk saat menawarkan dagangannya kepada penonton konser Dewa 19 di kawasan Tugu Maritam, Paringin. (Foto: M Dirga/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Gelaran konser Dewa 19 di kawasan Tugu Maritam, Paringin, Rabu (15/4) malam tidak hanya menyedot perhatian penonton, tetapi juga menjadi ladang bisnis bagi pedagang kecil. 

Sejak siang hari, puluhan penjual alas duduk mulai memadati venue untuk menawarkan tikar dari limbah kemasan plastik kepada pengunjung yang menunggu jadwal penampilan artis.

Alas duduk yang dibuat dari sulaman bekas bungkus makanan ringan ini dijual seharga 10 ribu rupiah per lembar.

Bagi penonton, keberadaan tikar ini menjadi solusi praktis daripada harus berdiri lama atau duduk langsung di atas aspal sembari menunggu acara dimulai pada malam hari.

Wahyu, seorang pedagang asal Banjarmasin, sudah lima tahun melakoni pekerjaan ini. Ia berpindah dari satu kabupaten ke kabupaten lain demi mengejar keramaian. Sebelum ke Balangan, ia mengaku pernah berjualan di acara serupa di Pagatan dan Kotabaru.

"Tiap konser di mana saja saya datangi. Asal ada info, berangkat. Satu alas dijual seharga 10 ribu rupiah. Ini modal sendiri, jualan pribadi, sudah lima tahun menjalani jasa ini dan bertahan dari event ke event," ujar Wahyu.

Ia mengakui bahwa pendapatan dari jualan alas duduk ini tidak menentu. Cuan yang diraup sangat bergantung pada kondisi cuaca dan siapa bintang tamu yang dihadirkan. Menurutnya, band papan atas Indonesia selalu membawa pengaruh besar pada tingkat penjualan.

"Omset biasanya tergantung cuaca dan siapa bintang tamu. Kalau hujan, otomatis berkurang. Begitu pula kalau guest star yang tampil artis ibukota atau penyanyi dan band papan atas Indonesia, maka penjualan juga bagus. Saya bahkan pernah meraup keuntungan hingga jutaan rupiah," tambahnya.

Kisah serupa juga datang dari Maharani, seorang perempuan asal Samarinda, Kalimantan Timur. Perjalanannya mengais rezeki lewat alas duduk sudah membawanya berkeliling hampir ke seluruh penjuru Kalimantan. Mulai dari Palangkaraya di Kalimantan Tengah, hingga titik terjauh yang pernah ia datangi yakni Kabupaten Malinau di Kalimantan Utara.

"Sudah bertahun-tahun menjalani profesi ini menjual alas duduk. Sembarang event didatangi, tidak hanya konser. Acara selawat bareng habib, MTQ, atau panggung apapun jika mendapat info, pasti didatangi. Namanya ikhtiar mencari rezeki," ungkap Maharani.

Berbeda dengan Wahyu, Maharani datang ke Kabupaten Balangan bersama rombongan yang terdiri dari tujuh orang. Ia bukan pemilik modal, melainkan pekerja yang dibayar untuk menjualkan alas duduk tersebut dari satu kota ke kota lainnya.

"Saya hanya karyawan yang digaji untuk menjual. Datang ke Balangan bersama rombongan tujuh orang dari Kaltim. Omset tidak bisa dipastikan, bisa ratusan ribu sampai jutaan rupiah," pungkasnya.

Editor : Sutrisno
#Dewa 19 #Balangan