RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN – Kawasan Pantai Pagatan dipadati ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam gelaran Mappanre Ri Tasi’e 2026. Aktivitas ekonomi menggeliat, seiring ramainya pengunjung yang berburu berbagai produk lokal.
Dari hasil pantauan di lapangan, stan-stan UMKM dipenuhi pembeli sejak hari pertama. Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari kuliner khas, busana, aksesori, hingga jasa fotografi.
Ketua Lembaga Adat Ade Ogi Tanah Bumbu, Fawahisah Mahabatan, mengungkapkan tahun ini lebih dari 160 pelaku UMKM ambil bagian dalam event tersebut. Tak hanya dari Kalimantan Selatan, peserta juga datang dari Kalimantan Timur hingga berbagai daerah lain di Indonesia.
“Tahun ini kami beri waktu lebih panjang, 10 hari untuk persiapan. Sebelumnya hanya tiga hari,” ujarnya.
Kebijakan ini menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah agar pelaku usaha lokal memiliki ruang lebih besar dalam memanfaatkan momentum pesta adat tahunan tersebut.
Menurut Fawahisah, Mappanre Ri Tasi’e bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Lembaga adat berperan sebagai fasilitator agar keterlibatan masyarakat semakin luas.
“Ini pesta rakyat. UMKM harus jadi bagian utama dalam perputaran ekonomi,” tegasnya.
Dengan ramainya transaksi selama kegiatan berlangsung, event ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan pelaku usaha sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Editor : Eddy Hardiyanto