RADARBANJARMASIN.JAWAPOST.COM, KOTABARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotabaru mulai diantisipasi sejak dini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat kini menetapkan status siaga menyusul peringatan fenomena cuaca ekstrem yang disebut “Godzilla El Nino”.
Kepala BPBD Kotabaru, Hendra Indrayana, mengatakan fenomena tersebut diprediksi memicu kemarau lebih panjang dengan suhu yang lebih panas dari biasanya.
“Berdasarkan arahan BMKG dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September,” ujarnya, Rabu (15/4).
Sebagai langkah awal, BPBD akan menggelar apel kesiapsiagaan bersama pemerintah daerah pada akhir April 2026. Pengecekan peralatan dan kesiapan personel menjadi fokus utama sebelum memasuki periode rawan mulai Mei.
Pengawasan juga diperketat di sejumlah wilayah yang rawan karhutla, khususnya lahan gambut di Pulau Laut Selatan, Pulau Laut Timur, Pulau Laut Barat, hingga Tanjung Selayar.
“Karakter lahan gambut ini unik. Api bisa kecil di permukaan, tapi menyebar di bawah tanah dan sulit dipadamkan,” jelas Hendra.
Untuk wilayah daratan seperti Kecamatan Hampang, BPBD lebih menekankan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Menariknya, strategi penanganan tahun ini mulai bergeser. Jika sebelumnya fokus pada pemadaman saat kebakaran terjadi, kini pemerintah mengedepankan pencegahan dini melalui modifikasi cuaca.
Bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan BMKG, pembasahan lahan dilakukan lebih awal melalui hujan buatan untuk menjaga kelembaban, terutama di kawasan gambut.
“Sekarang strateginya lebih ke pencegahan. Lahan dibasahi dulu sebelum terbakar, sehingga risiko kebakaran bisa ditekan,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto