RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 ditunggu para pencari kerja. Namun, sampai ini pemerintah pusat belum juga menyampaikan secara resmi kapan seleksi dibuka. Beberapa daerah pun sudah menyiapkan dan mengusulkan formasinya.
Contohnya Pemerintah Kota Banjarbaru, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mengusulkan sebanyak 267 formasi calon aparatur sipil negara (CASN) tahun 2026 ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).
Kepala BKPSDM Banjarbaru, Slamet Riyadi, mengungkap bahwa jumlah tersebut masih dalam proses pengusulan. “Total usulan ada 267 formasi. Ada tenaga teknis, kesehatan, dan didominasi guru,” terangnya, Selasa (14/4).
Menurutnya, kebutuhan tenaga pendidik masih menjadi prioritas utama dalam pengajuan tersebut. Sebab mayoritas formasi yang diusulkan diperuntukkan bagi guru, menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Pemkot Banjarbaru berharap usulan tersebut dapat mengisi kekosongan tenaga di sektor pelayanan publik, terutama pendidikan. Meski begitu, keputusan akhir terkait jumlah formasi yang disetujui tetap berada di pemerintah pusat. “Tunggu saja informasi selanjutnya,” imbuhnya.
Sementara, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mengusulkan 150 formasi CPNS. Usulan tersebut difokuskan pada tenaga teknis dan kesehatan sedangkan pendidikan tidak ada dalam usulan. Sebab kebutuhan guru dinilai masih aman, terlebih adanya tambahan pengadaan jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK.
Kepala BKPSDM HSU, Rakhmadi Permana, mengungkapkan pada 2025 terdapat 187 ASN yang pensiun. Karena itu, pemerintah daerah mengajukan formasi baru untuk menutup kekosongan kebutuhan pegawai. “Usulan 150 formasi sudah kami sampaikan ke Kemenpan RB. Mudah-mudahan bisa disetujui,” ujarnya.
“Saat ini masih tahap penyusunan informasi formasi CPNS. Untuk perkembangan selanjutnya, masyarakat bisa memantau melalui website resmi BKPSDM HSU,” imbuhnya.
Jumlah lebih banyak diusulkan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), totalnya sebanyak 230 formasi. Usulan tersebut saat ini masih dalam proses dan berpotensi mengalami perubahan menunggu persetujuan dari Kementerian PAN-RB.
Kepala BKPSDM HST, Akhmad Noor Jauhari, menyampaikan bahwa rincian formasi belum dapat dipublikasikan secara detail karena masih bersifat dinamis. “Untuk jumlah yang diusulkan sebanyak 230 formasi, namun rinciannya belum bisa kami sampaikan karena masih menunggu persetujuan dari Kemenpan RB dan bisa saja berubah,” ujarnya, Selasa (14/4).
Sementara, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut pun sudah bersiap, sebanyak 500 formasi diusulkan ke pemerintah pusat. “Rencana pembukaan CPNS memang ada, tetapi untuk jadwal dan formasi masih menunggu informasi dari Menpan RB.
Kepala BKPSDM Tala, Zaki Yamani, mengatakan bahwa pihaknya masih menantikan informasi resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) terkait jadwal pelaksanaan serta jumlah formasi yang akan dibuka. “Rencana pembukaan CPNS memang ada, tetapi untuk jadwal dan formasi masih menunggu informasi dari Menpan RB,” ujarnya, Selasa (14/4).
Kepala Bagian Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Tala, Aswatun Hasanah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan sebanyak 500 formasi CPNS untuk tahun ini. “Usulan sudah kami ajukan sebanyak 500 formasi dan saat ini masih dalam proses verifikasi dan validasi di Kemenpan RB,” bebernya.
Sementara, meski tak banyak Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu tetap mengusulkan formasi CPNS. Jumlahnya hanya sebanyak 16 formasi. Kepala BKPSDM Tanah Bumbu, Rusdiansyah, mengatakan usulan tersebut difokuskan pada tenaga kesehatan, khususnya dokter umum dan dokter gigi. “Formasi yang diusulkan dokter umum dan dokter gigi, agar seluruh puskesmas di Tanah Bumbu tercukupi tenaga kesehatannya,” ujarnya, Selasa (14/4).
Jumlah tak banyak juga diusulkan Pemko Banjarmasin. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengungkap, pihaknya akan mengusulkan sebanyak 34 formasi CPNS yang terfokus pada staf teknis. “Mereka staf teknis yang tersebar di sejumlah SKPD. Totalnya ada 34 CPNS,” jelasnya.
Sisi lain, Pemkab Tabalong mengaku membutuhkan sebanyak 165 formasi. Pasalnya, jumlah tersebut sama dengan PNS yang memasuki masa pensiun di tahun ini. Plt Kepala BKPSDM Tabalong, Fauzan mengatakan, usulan sudah disampaikan ke pemerintah pusat. Namun, belum ada jawaban berapa formasi yang disetujui. “Kami masih menunggu,” ujarnya.
(mar/dza/ibn/sal/mal/she/van/mof)
Editor : Arief