RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai - Upaya mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif terus dilakukan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Salah satunya melalui Workshop Akademi Burung Dara yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Kartini Profesional Indonesia (IKAPRI) HSU, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-74 HSU itu berlangsung di Gedung Agung Sekretariat Daerah HSU dan menghadirkan narasumber kuliner nasional, Chef Agus Sasirangan.
Workshop dibuka Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) HSU Hj. Mayang Melani Hero Setiawan.
Turut hadir Ketua TP PKK HSU Hj. Murniati Sahrujani, Ketua DPC IKAPRI HSU Fatmawati, serta sejumlah undangan dari berbagai organisasi perempuan.
Sebanyak 140 orang dari berbagai latar belakang, mulai organisasi wanita hingga peserta perorangan, mengikuti pelatihan tersebut untuk meningkatkan keterampilan di bidang kuliner.
Ketua DPC IKAPRI HSU Fatmawati mengatakan, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi daerah, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan.
“Kami berharap workshop ini menjadi tempat berkumpul sekaligus belajar bagi para peminat kuliner, sehingga mampu mendorong lahirnya pelaku usaha baru,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua GOW HSU Hj. Mayang Melani Hero Setiawan menilai kehadiran chef profesional memberikan nilai tambah signifikan bagi peserta. Transfer pengetahuan yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor tata boga.
“Keterampilan yang diperoleh bisa menjadi modal penting untuk mengembangkan usaha kuliner, sekaligus memperkuat ekonomi keluarga,” jelasnya.
Workshop menghadirkan Chef Agus Sasirangan sebagai narasumber. Ia membagikan berbagai kiat mengelola mi agar lebih variatif dan bernilai jual tinggi. Mulai dari teknik pengolahan hingga pengembangan produk turunan seperti frozen food berbahan dasar mi.
“Mi bukan sekadar makanan sederhana. Ini bisa menjadi peluang usaha menjanjikan karena dapat dikembangkan menjadi berbagai jenis hidangan,” jelas Agus.
Ia juga mengajarkan pembuatan produk mi siap beku yang dinilai praktis dan memiliki potensi pasar besar, baik sebagai camilan keluarga maupun produk usaha.
Dalam sesi pelatihan, peserta dibekali berbagai teknik pengolahan makanan, inovasi menu, hingga strategi pengembangan produk yang memiliki nilai jual.
Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Melalui kegiatan ini, sektor UMKM kuliner di HSU diharapkan semakin berkembang dengan produk yang lebih variatif, inovatif, dan berorientasi pasar.
Editor : Sutrisno