RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Pada 25 Februari 2026 lalu pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan menerima penghargaan sebagai "Kabupaten Menuju Bersih" pada Rapat Koordinasi Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Jakarta yang diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup.
Kepala Bidang Pengelola Persampahan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Dispera KPLH) HSS, M. Robby A mengatakan, raihan tersebut didapat setelah HSS dinilai berhasil menjalankan tiga indikator.
"Tiga indikator ini yaitu capaian kinerja pengelolaan sampah, anggaran pengelolaan sampah yang harus memenuhi 3 persen, dan sumber daya manusianya," ujar Robby pada Selasa (14/4/2026).
Dalam praktiknya, penanganan sampah di HSS berfokus pada pengelolaan sampah secara terpadu dari hulu ke hilir, yaitu pemilahan sampah dari sumber utama sampai ke tempat pemprosesan akhir.
"Dimulai dari pengelolaan sampah rumah tangga yang sudah dipilah, terus dikumpulkan di TPS3R untuk dipilah lagi, hingga nantinya dibuang ke TPA untuk diproses akhir sampahnya," jelas Robby.
Ia memaparkan sesuai arahan pemerintah, untuk pemilahan sampah dipisah menjadi sampah organik dan anorganik saja untuk mempermudah masyarakat melakukan pemilahan sendiri.
"Beberapa sampah dari hasil pemilahan tersebut ditabung ke bank sampah yang sudah aktif di beberapa wilayah," tambah Robby.
Dengan adanya pemilahan sampah tersebut diharapkan sampah yang sampai ke Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) adalah sampah-sampah yang masuk kategori sampah residu yang tidak dapat didaur ulang lagi.
Di HSS, sampah-sampah yang berasal dari seluruh wilayah HSS dibuang ke TPA yang ada di Desa Malutu, Kecamatan Padang Batung.
"Dinamakan tempat pemprosesan akhir, karena di tempat ini akan dilakukan pemprosesan lagi untuk sampah-sampah yang belum terpilah," pungkas Robby.
Berdasarkan pantauan, kondisi sampah di TPA Malutu terkelola dengan baik, di mana setiap sampah yang datang akan langsung diratakan dan ditimbun dengan tanah sehingga tidak adanya penumpukan sampah yang menggunung dan menimbulkan bau yang mengganggu.
Untuk kondisi daya tampung lahan, masih sangat luas dan masih ada lahan-lahan kosong cadangan, sehingga masih mampu untuk menampung sampah dalam jangka panjang.
Editor : Sutrisno