TPA Sampah Malutu HSS Sanggup Tampung Hingga Lima Tahun ke Depan

M Padil Ihsan • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 13:44 WIB
Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Malutu masih sanggup tampung sampah hingga lima tahun ke depan. (M. Padil Ihsan/Radar Banjarmasin) 
Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Malutu masih sanggup tampung sampah hingga lima tahun ke depan. (M. Padil Ihsan/Radar Banjarmasin) 

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Aktivitas konsumsi masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan saat ini menghasilkan kiriman sampah ke Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Malutu cukup tinggi, rata-ratanya 50 ton per hari.

Meskipun volume sampah cukup dinamis, pengelolaan dipastikan berjalan terkendali dengan kapasitas lahan yang masih sangat memadai.

Petugas Penimbangan Sampah di TPA Malutu, Ahmad Riduan, menjelaskan bahwa data timbangan harian menunjukkan angka yang bervariasi. 

"Perhari sampah yang datang setelah ditimbang bisa mencapai 45 ton sampai 55 ton perhari dengan rata-rata 50 ton perhari," ujarnya.

Menurut Riduan, perbedaan jumlah sampah harian tersebut disebabkan oleh jadwal pengangkutan armada dari wilayah pedesaan. 

"Armada pengangkut sampah yang ada di desa-desa itu tidak rutin tiap hari mengantar, sehingga setiap harinya berbeda jumlah armada yang mengantar, otomatis total berat sampah yang datang perhari berbeda-beda," tambahnya.

Terkait daya tampung, pihak pengelola TPA Malutu memberikan kepastian bahwa fasilitas tersebut sanggup melayani kebutuhan daerah dalam jangka panjang.

Pengawas TPA Malutu, Samsuri, mengungkapkan bahwa ketersediaan lahan masih sangat mencukupi.

"Di TPA ini sudah disediakan beberapa lahan kosong untuk menampung sampah. Tapi saat ini lahan yang sudah dipakai ini diperkirakan masih sanggup untuk menampung sampah untuk 5 tahun kedepan," klaimnya.

Selain kapasitas lahan, sistem penanganan sampah harian juga dilakukan secara teratur untuk menjaga kondisi lingkungan di area TPA. Samsuri menjelaskan bahwa tumpukan sampah yang datang langsung diproses agar tidak menumpuk dengan dilakukan perataan dan ditimbun dengan tanah menggunakan alat berat. 

"Setiap sampah yang datang akan langsung diratakan dan ditimbun dengan tanah, sehingga tidak terjadi penumpukan sampah yang menggunung," jelasnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan, M. Robby A, mengonfirmasi bahwa peningkatan volume sampah sejalan dengan tingginya pola konsumsi rumah tangga saat ini. 

"Tiap tahun jumlah sampah ini pasti akan meningkat, ditambah terus tingginya pola konsumtif masyarakat ini," ungkap Robby.

Ia juga menambahkan bahwa kenaikan volume sampah di TPA Malutu juga disebabkan oleh keberhasilan perluasan jangkauan layanan angkut sampah ke wilayah-wilayah baru. 

"Adanya perluasan wilayah layanan angkut sampah, otomatis juga akan menambah jumlah sampah yang masuk ke TPA ini," pungkasnya.

Editor : M Oscar Fraby
tpa Lingkungan hulu sungai selatan Sampah