RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memperkuat pengembangan kawasan agrominapolitan melalui kolaborasi dengan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) di Amuntai, Senin (13/4/2026).
Kerja sama tersebut difokuskan pada penanganan susupan gunung atau Gulma yang diolah menjadi pakan ternak sapi dan ikan.
Program ini mengintegrasikan kegiatan “Sekolah Untuk Semua” dengan pengabdian kepada masyarakat dari UNISKA.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 28 April hingga 2 Mei 2026, dengan melibatkan mahasiswa yang diterjunkan ke lima desa, yakni Sungai Karias, Jingah Bujur, Murung Asam, Muara Tapus, dan Pinang Habang.
Mahasiswa akan memberikan edukasi sekaligus menerapkan teknologi tepat guna dalam pengelolaan susupan gunung agar bernilai produktif. Langkah ini diharapkan mampu membantu masyarakat mengatasi permasalahan gulma yang selama ini mengganggu lahan pertanian.
Wakil Bupati Hulu Sungai Utara, Hero Setiawan mengatakan, upaya tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengatasi susupan gunung secara terpadu.
Selain normalisasi lahan menggunakan excavator amfibi, pemda juga menggandeng akademisi untuk mengolah gulma menjadi pakan ternak bernilai ekonomi.
“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap susupan gunung, dari yang sebelumnya dianggap gulma menjadi sumber daya yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi,” ujarnya.
Kegiatan ini turut melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Peternakan dan Perikanan, serta Dinas Pertanian HSU.
Nantinya, alat pengolah pakan yang digunakan juga merupakan produk asli daerah.
Titin Rostini menegaskan, keterlibatan UNISKA merupakan implementasi kerjasama Fakultas Pertanian dengan Pemkab HSU.
Menurutnya, sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah menjadi kunci menciptakan inovasi berkelanjutan.
“Sinergi ini penting untuk menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Editor : M Oscar Fraby