WWW.RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN — Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menanam 6.600 bibit mangrove di Desa Muara Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pemulihan lingkungan pesisir.
Penanaman berlangsung di lahan seluas dua hektare. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu.
Penanaman dipimpin Bupati Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif. Ia didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan RI, Muhammad Zainal Arifin.
Andi Rudi mengatakan penanaman mangrove bertujuan melindungi kawasan pesisir dari abrasi. Selain itu, mangrove juga berfungsi menjaga habitat biota laut.
Ia mengatakan mangrove memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Bagian tanaman tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai guna.
“Akar hingga buah mangrove ini sangat bermanfaat. Kulitnya bisa jadi pewarna pakaian, buahnya bisa diolah menjadi sirup, bahkan bijinya bisa diolah menjadi kopi,” ujarnya.
Baca Juga: Patrick Kluivert Kembali ke Indonesia, Tampil di Ajang Clash of Legend di Stadion Gelora Bung Karno
Sementara itu, Muhammad Zainal Arifin menyebut bibit yang ditanam meliputi jenis Rhizophora dan Avicennia. Ia juga mengapresiasi komitmen Pemkab Tanah Bumbu dalam rehabilitasi hutan dan lahan.
Menurutnya, ekosistem mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon lima kali lebih besar dibanding ekosistem darat. Kapasitas penyimpanan karbonnya bahkan bisa mencapai 20 kali lipat.
Editor : Fauzan Ridhani