RADARBANJARMASIN.JAWAPOST.COM, Kotabaru - Ratusan pelajar setingkat SMA sederajat berkumpul dengan sikap tegap mengikuti pembukaan seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kotabaru 2026, di Gedung Paris Barantai, Senin (13/4).
Pantauan di lapangan, lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Paskibraka yang membahana di dalam gedung menjadi penanda dimulainya perjuangan panjang para remaja ini.
Mereka bukan sekadar berebut posisi pengibar bendera, melainkan diuji untuk menjadi representasi generasi muda yang berkarakter Pancasila.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotabaru, Johanuddin, membeberkan statistik persaingan tahun ini yang terbilang cukup kompetitif.
Berdasarkan data sistem pendaftaran online, tercatat ada 187 pendaftar yang masuk ke meja panitia. Namun, setelah melalui proses verifikasi berkas yang ketat, hanya 159 peserta yang dinyatakan berhak melaju ke tahapan seleksi fisik dan mental.
“Dari 159 peserta yang lolos administrasi itu, komposisinya terdiri dari 92 laki-laki dan 63 perempuan. Mereka datang dari berbagai kecamatan, mewakili wilayah pelosok hingga perkotaan di Kotabaru,” jelas Johanuddin.
Angka tersebut menurut Johanudin dipastikan akan terus menyusut tajam. Ia menegaskan bahwa kuota yang tersedia sangat terbatas. Dari seratusan peserta, panitia hanya akan menjaring 39 orang terbaik untuk dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Kotabaru tahun 2026.
Selain itu, juga akan disiapkan pula enam pasang cadangan sebagai pelapis.
Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, yang hadir membuka acara secara resmi, memberikan suntikan motivasi bagi para peserta.
Menurutnya, menjadi Paskibraka adalah jalan ninja menuju pembentukan karakter kepemimpinan.
“Kalian adalah pilihan dari kecamatan masing-masing. Jangan hanya melihat ini sebagai tugas mengerek bendera, tapi lihatlah sebagai kawah candradimuka untuk memupuk jiwa patriotisme dan cinta tanah air. Siapkan diri kalian untuk menjadi penerus pembangunan di daerah ini,” pesan Syairi.
Sedangkan Umar Yakub Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kotabaru menambahkan penyaringan ini dipastikan tidak main-main. Panitia telah menyusun jadwal maraton selama empat hari ke depan dengan standar penilaian yang komprehensif.
Pada hari pertama, intelektualitas peserta diuji melalui tes Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PWK) dan tes intelegensi umum.
Memasuki hari kedua, aspek fisik mulai mendominasi melalui tes kesehatan dan parade. Ujian sesungguhnya terjadi di hari ketiga, di mana ketahanan fisik para peserta diperas lewat tes kesamaptaan di GOR.
“Mereka harus diuji lari selama 12 menit, push up, hingga sit up, disusul dengan tes Peraturan Baris Berbaris (PBB) untuk melihat kedisiplinan gerak,” jelasnya.
Dilanjutkannya, sebagai pamungkas di hari keempat, peserta akan berhadapan dengan tim penguji dalam sesi wawancara. Di sini, bukan hanya psikologi yang dinilai, tapi juga kemampuan komunikasi bahasa Inggris, bakat seni, hingga kedalaman pengetahuan tentang bela negara.
Tak tanggung-tanggung, tim penguji merupakan kolaborasi lintas sektoral. Mulai dari unsur TNI, Polri, tenaga medis, psikolog, pelatih seni, fisioterapis, hingga keterlibatan senior dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI).
“Targetnya jelas, kita mencari yang paling tangguh dan disiplin. Selain untuk tingkat kabupaten, tiga pasang terbaik dari seleksi ini nantinya akan kita kirim untuk bersaing di tingkat provinsi hingga pusat (nasional),” tutup Umar.
Editor : Sutrisno