RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar mengusulkan pembangunan sekolah kejuruan baru di wilayah Kecamatan Cintapuri Darussalam.
Rencananya, sekolah tersebut akan bernama SMKN 1 Cintapuri.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Trisnohadi Harimurti mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan usulan tersebut dalam forum desk kewilayahan di Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu.
“Tujuannya adalah untuk memperluas akses pendidikan menengah kejuruan bagi warga Kecamatan Cintapuri Darussalam,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).
Sebab, tambah Tisnohadi, para siswa di sana terpaksa harus ke kecamatan tetangga jika mereka mau melanjutkan pendidikannya ke jenjang sekolah kejuruan.
“Sekolah (SMK) terdekat dari Kecamatan Cintapuri adalah SMK 1 Simpang Empat yang jaraknya cukup jauh untuk ditempuh siswa,” bebernya.
Pihaknya berharap, pembangunan SMKN 1 Cintapuri ini, nantinya mampu menjawab kebutuhan warga terhadap pendidikan yang relevan dengan dunia kerja.
“Usulan ini kami sampaikan sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan kejuruan, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan layanan pendidikan agar bisa lebih dekat dan mudah dijangkau,” ujarnya.
Namun demikian, usulan tersebut belum diputuskan. Saat ini, masih dalam tahap verifikasi dan pembahasan di tingkat Pemerintah Provinsi Kalsel.
Dalam forum desk kewilayahan, seluruh usulan dari kabupaten/kota disinkronkan dengan prioritas pembangunan provinsi. Tidak semua program dapat langsung disetujui.
Program yang dinilai memenuhi kriteria akan dimasukkan dalam Rencana Kerja (Renja) Pemprov Kalsel pada tahun perencanaan mendatang, sementara usulan lain dapat ditunda.
“Sebagai bentuk keseriusan, kami sudah menyiapkan lahan kurang lebih seluas 2 hektare milik Pemkab. Lokasinya dekat dengan Kantor Kecamatan Cintapuri Darussalam,” jelas Tisnohadi.
Kendati demikian, Trisnohadi mengakui, bahwa pembangunan SMKN 1 Cintapuri masih memerlukan kajian lanjutan, terutama terkait kesiapan sarana, prasarana, dan tenaga pendidik.
“Termasuk jenis jurusan yang akan dibuka. Karena harus disesuaikan dengan potensi lokal di daerah sana,” ujarnya
Meski begitu, pihaknya berharap usulan tersebut dapat menjadi prioritas pada tahap perencanaan berikutnya.
“Harapannya tentu bisa menjadi prioritas, karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan yang lebih merata,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno