RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARABAHAN - Drainase yang tak berfungsi di kawasan Sultan Adam, RT 33, Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin Utara, memicu keluhan serius dari warga dan pelaku usaha. Saluran air yang tersumbat membuat genangan kerap muncul, bahkan saat tidak hujan.
Pantauan di lapangan, Senin (13/4/2026), menunjukkan kondisi drainase yang dangkal akibat endapan lumpur. Sepanjang jalur dari jembatan menuju perempatan Sungai Miai, air tampak menggenang hingga ke badan jalan.
Beberapa titik yang paling terdampak berada di depan kompleks Mandiri, seberang RM H Fauzan, hingga kawasan pertokoan. Meski tidak terlalu tinggi, genangan membuat jalan licin karena ditumbuhi lumut—rawan memicu kecelakaan.
Yadi (56), seorang supeltas di lokasi, mengaku sering menyaksikan insiden di titik tersebut.
“Sering terjadi kecelakaan, baik tunggal maupun tabrakan. Biasanya pengendara menghindari genangan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi semakin parah saat hujan. Air bisa bertahan berhari-hari tanpa surut.
“Permukaan aspal sampai berlumut,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Yudi (47), pemilik toko setempat. Ia menyebut masalah ini sudah berlangsung lama tanpa penanganan berarti.
“Kalau hujan, air bisa naik sampai setengah badan jalan. Sangat berbahaya,” katanya.
Untuk menghindari air masuk, Yudi terpaksa meninggikan halaman tokonya. Bahkan, ia memasang tanda kayu di lubang got agar tidak membahayakan pengguna jalan.
“Drainase tidak berfungsi,” tegasnya.
Warga mengaku sudah berulang kali melapor, termasuk melalui media sosial wali kota. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang dirasakan.
Hal serupa diungkapkan Nana, pemilik ruko lainnya. Ia menyebut genangan sudah menjadi persoalan tahunan.
“Harusnya air mengalir, tapi gotnya buntu. Mau ke mana airnya?” ujarnya.
Kendala kewenangan menjadi alasan utama lambannya penanganan. Jalan tersebut disebut berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, sementara pemerintah kota belum bisa bertindak langsung.
Ketua RT 33, Selamat, mengaku baru menerima laporan tersebut dan berencana membawanya ke forum musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).
“Akan kami usulkan agar bisa ditindaklanjuti,” katanya.
Ia juga mengakui banyak drainase di wilayah tersebut tidak berfungsi akibat tersumbat.
“Kalau dibiarkan, ini membahayakan warga dan pengguna jalan,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto