Karhutla dan Kekeringan Ancam Tapin

Rasidi Fadli • Dipublikasikan Minggu, 12 April 2026 | 09:33 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor menjelaskan terkait antisipasi El-nino di Kabupaten Tapin.
Rasidi Fadli/Radar Banjarmasin
Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor menjelaskan terkait antisipasi El-nino di Kabupaten Tapin. Rasidi Fadli/Radar Banjarmasin

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau - Perubahan cuaca mulai dirasakan di wilayah Kabupaten Tapin. Pagi hingga siang hari didominasi cuaca panas. Namun, memasuki sore hingga malam kondisi bisa berubah menjadi mendung bahkan hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor, mengatakan kondisi tersebut berdasarkan pembaruan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Pagi sampai siang panas, tapi sore sampai malam bisa berubah-ubah, kadang panas, mendung sampai hujan. Ini salah satu tanda kita mulai masuk musim kemarau atau gejala El Nino,” jelasnya, Minggu (12/4/2026).

Ia menyebutkan, puncak kondisi tersebut diprediksi terjadi pada Juni hingga Agustus mendatang. Mengantisipasi hal itu, BPBD Tapin mulai melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan.

Salah satunya dengan memastikan seluruh peralatan penanggulangan bencana dalam kondisi siap pakai. Selain itu, pihaknya juga akan turun langsung ke desa-desa, khususnya Desa Tangguh Bencana (Destana), untuk mengecek kesiapan personel dan peralatan.

“Destana ini penting, karena beberapa wilayah di Tapin memang rawan bencana. Seperti Desa Hiyung yang sering terjadi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Kelurahan Raya Belanti juga menjadi perhatian. Pasalnya, wilayah tersebut menghadapi dua ancaman berbeda tergantung musim.

“Kalau musim panas rawan karhutla, tapi saat musim hujan justru berpotensi banjir,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi lebih lanjut, BPBD Tapin berencana menggelar apel siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Mei mendatang.

Di sisi lain, potensi kekeringan juga mulai diwaspadai. BPBD Tapin telah menyiapkan tandon air yang dapat didistribusikan ke wilayah terdampak jika diperlukan.

“Air bersih nantinya kita suplai, bekerja sama dengan PDAM, menyesuaikan wilayah yang membutuhkan,” jelasnya.

Ia menegaskan, seluruh personel BPBD Tapin akan disiagakan penuh, terutama dalam menghadapi kemungkinan permintaan distribusi air bersih dari masyarakat.

“Intinya personel stanby. Kalau ada wilayah yang mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih, kita siap turun,” tegasnya.

Editor : M Oscar Fraby
el nino karhutla hujan Tapin cuaca eksrem