BARABAI – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Pertala, Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mencatatkan hasil panen buah melon pada periode kedua dengan total mencapai 3 ton.
Capaian tersebut menjadi bukti keberlanjutan usaha perkebunan yang dikelola Bumdes, sekaligus menambah sumber pendapatan desa dari sektor pertanian.
Kepala Desa Jatuh, Nasirul Islam, mengatakan panen kali ini memang mengalami sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya. Namun demikian, hasil tersebut tetap dinilai positif.
“Panen kedua ini mencapai 3 ton lebih. Memang agak menurun dibanding tahun lalu karena faktor cuaca,” ujarnya, Jumat (10/4).
Ia menjelaskan, usaha perkebunan melon ini bermula dari keberhasilan dua petani lokal yang lebih dulu mengembangkan tanaman tersebut.
Melihat potensi yang menjanjikan, Bumdes kemudian menggandeng keduanya sebagai tenaga ahli untuk memperluas usaha.
“Awalnya dari dua petani yang sudah berhasil. Kami kemudian berdayakan mereka sebagai tenaga ahli untuk mengembangkan usaha melon ini di Bumdes,” jelas Nasirul.
Pada tahun sebelumnya, Bumdes Pertala berhasil memanen hingga 5 ton melon. Meski hasil tahun ini menurun, usaha tersebut tetap memberikan keuntungan yang cukup signifikan.
“Walaupun masih dijual ke tengkulak, kami tetap bisa mendapatkan keuntungan sekitar 50 persen setiap panen,” tambahnya.
Saat ini, lahan yang dikelola Bumdes masih terbatas, yakni sekitar 0,4 hektare. Ke depan, pemerintah desa berencana menambah penyertaan modal untuk memperluas area tanam guna meningkatkan produksi.
Nasirul berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah, khususnya dalam hal sarana pertanian dan pendampingan pemasaran agar hasil panen dapat dijual lebih optimal.
“Kami berharap ada bantuan alat pertanian seperti traktor, serta bimbingan pengelolaan usaha. Karena kami masih kesulitan dalam pemasaran,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno