Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Andalkan Data Arah Angin Cegah Karhutla ! Gubernur Kalsel Soroti Pentingnya Kanal dan Hujan Buatan

M Fadlan Zakiri • Kamis, 9 April 2026 | 14:36 WIB
ANGIN DERAS : Satgas Karhutla Kabupaten Banjar berjibaku memadamkan karhutla yang membakar lahan kering di Desa Sungai Batang Ulu, Kecamatan Martapura Barat, tahun 2023 lalu.
ANGIN DERAS : Satgas Karhutla Kabupaten Banjar berjibaku memadamkan karhutla yang membakar lahan kering di Desa Sungai Batang Ulu, Kecamatan Martapura Barat, tahun 2023 lalu.

BANJARBARU -  Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai memperkuat strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan pendekatan yang lebih terukur.

Salah satu fokus utama kini adalah memanfaatkan data arah angin sebagai acuan penting dalam menentukan langkah antisipasi.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengatakan pergerakan angin kini menjadi variabel kunci, terutama dalam melihat efektivitas distribusi hujan, termasuk dari teknologi modifikasi cuaca (TMC).

LANGKAH JITU: Gubernur Kalsel H. Muhidin menjelaskan strategi penanganan karhutla sangat bergantung pada pergerakan angin termasuk efektivitas hujan buatan lintas wilayah.
LANGKAH JITU: Gubernur Kalsel H. Muhidin menjelaskan strategi penanganan karhutla sangat bergantung pada pergerakan angin termasuk efektivitas hujan buatan lintas wilayah.

Menurut Muhidin, pengalaman sebelumnya menunjukkan hujan buatan di wilayah lain bisa berdampak langsung ke Kalsel jika arah angin mendukung.

“Waktu itu Kalimantan Tengah melakukan modifikasi hujan, dan karena arah angin menuju ke Kalsel, hujan juga turun di wilayah kita. Ini yang harus diperhitungkan,” ujarnya.

Karena itu, penanganan karhutla dinilai tak bisa lagi dilakukan secara parsial. Koordinasi lintas daerah menjadi sangat penting, sebab fenomena cuaca saling terhubung.

Untuk memperkuat pencegahan di lapangan, Pemprov Kalsel juga mengoptimalkan pembangunan kanal dan sistem pengairan.

Langkah ini dilakukan agar lahan tetap lembap saat musim kemarau dan tidak mudah terbakar.

“Kanal ini penting agar daerah resapan tetap basah. Kalau air tersedia dan tersalurkan dengan baik, lahan tidak cepat kering,” kata Muhidin.

Upaya ini dinilai krusial, terutama di wilayah seperti Liang Anggang, Cempaka, dan Landasan Ulin yang memiliki karakteristik tanah berlapis batu putih di bawah permukaan.

Kondisi tersebut membuat daya serap air lebih lambat, sehingga distribusi air harus dikelola dengan cermat.

“Yang perlu ditekankan adalah menjaga distribusi air agar tanah di wilayah lain tetap lembap,” jelasnya.

Selain langkah teknis di lapangan, Pemprov Kalsel juga mempertimbangkan penetapan status darurat bencana jika cuaca menunjukkan potensi ekstrem.

Status itu nantinya menjadi dasar untuk mengajukan dukungan pemerintah pusat, termasuk pelaksanaan modifikasi cuaca.

“Kalau sudah ekstrem, kita tetapkan status darurat. Setelah itu baru bisa diajukan modifikasi hujan ke pusat,” ujarnya.

Muhidin menegaskan, strategi penanganan karhutla harus seimbang. Menambah curah hujan memang penting, tetapi jangan sampai menimbulkan risiko baru seperti banjir.

“Jangan sampai terlalu fokus pada hujan, tapi justru menimbulkan banjir. Yang penting lahan tetap basah dan aman dari kebakaran,” pungkasnya.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa penanganan karhutla di Kalsel kini tidak hanya reaktif saat api muncul, tetapi mulai mengedepankan strategi pencegahan berbasis data dan kondisi lapangan.

Editor : Eddy Hardiyanto
#data arah angin #cegah karhutla #Gubernur Kalsel