MARTAPURA - Antisipasi menghadapi musim kemarau yang berpotensi menekan debit air. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir PM Noor di kawasan Riam Kanan mulai memperketat pengelolaan air, dengan menampung di bendungan.
Meski saat ini kondisi pembangkit masih normal, pengelola tidak menunggu hingga terjadi penurunan signifikan. Produksi listrik PLTA Riam Kanan masih berjalan penuh dengan tiga unit turbin, masing-masing menghasilkan 5 megawatt atau total 15 megawatt. “PLTA Riam Kanan saat ini beroperasi menghasilkan 3 x 5 megawatt,” ungkap Manager ULPLTAD Gunung Bamega, Reza Permana, Rabu (8/4).
Strategi penghematan air mulai dijalankan bertahap. Penggunaan air diatur lebih ketat untuk memastikan cadangan tetap tersedia jika musim kemarau berlangsung lebih panjang dan berdampak pada penurunan debit. “Kapasitas aliran atau operasi akan disesuaikan dengan kondisi Tinggi Muka Air (TMA). Setiap perubahan pola operasi juga akan kami sampaikan kepada pihak-pihak berkepentingan,” jelas Reza.
Pengelolaan ini tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan pembangkit, tetapi juga distribusi air ke wilayah hilir. Karena itu, keseimbangan antara produksi listrik dan kebutuhan air masyarakat tetap menjadi perhatian utama.
Sementara itu, Tim Leader Operasi PLTA Ir PM Noor, Widiyanto, memastikan kondisi tinggi muka air waduk, saat ini masih berada dalam kategori aman, yakni di angka 58,9 meter. Namun, ia menegaskan langkah antisipatif tetap harus dilakukan sejak dini. Pemantauan tinggi muka air dilakukan secara berkala untuk menjaga operasional pembangkit tetap optimal. “Ketinggian air sekarang 58,9 meter. Kondisi masih aman, tapi kami mulai menabung air di bendungan untuk menghadapi musim kemarau,” imbuhnya.
Menurutnya, pengelolaan air yang terencana menjadi kunci menjaga keandalan pasokan listrik, khususnya bagi wilayah kerja PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Ia optimistis, dengan kombinasi pemantauan intensif, penyesuaian operasi, dan penimbunan cadangan air sejak awal, PLTA Riam Kanan tetap mampu menjaga stabilitas pasokan listrik meski debit air berpotensi menurun selama musim kemarau “Kami tidak menunggu krisis terjadi. Antisipasi dilakukan sejak sekarang agar pasokan listrik tetap aman saat kemarau datang,” tutup Widiyanto.
Editor : Arief