Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Kalsel Tekankan Cegah Karhutla dan Hemat Air

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 15:07 WIB
Gubernur Kalsel H. Muhidin saat diwawancarai (SHEILLA/ RADAR BANJARMASIN)
Gubernur Kalsel H Muhidin saat diwawancarai (SHEILLA/ RADAR BANJARMASIN)

 

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman kemarau panjang, terutama potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), usai wilayah Kalsel melewati fase banjir.

Menurutnya, perubahan kondisi cuaca harus direspons dengan langkah antisipatif, baik oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Ke depan kita menghadapi kemarau panjang, jadi harus hati-hati,” ujarnya baru-baru tadi.

Muhidin menegaskan masyarakat diminta tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran air kering, serta dilarang membuka lahan dengan cara dibakar karena berpotensi memicu kebakaran besar. 

Ia juga mengingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan di area kering yang mudah terbakar.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran pemerintah kabupaten/kota hingga kepala desa untuk siaga terhadap potensi titik api dan melakukan penanganan cepat sebelum meluas.

Untuk memperkuat pencegahan, Pemprov Kalsel juga menginstruksikan optimalisasi kanal dan irigasi agar lahan tetap basah dan tidak mudah terbakar.

Muhidin menyebut wilayah Liang Anggang menjadi perhatian khusus karena karakteristik lahannya.

“Di dua daerah itu bawahnya batu putih, sehingga lambat menyerap air dan lahannya cenderung tetap basah,” jelasnya.

Perhatian juga difokuskan pada kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor guna mencegah gangguan terhadap aktivitas penerbangan akibat asap karhutla.

“Mungkin fokus di sekitar Banjarbaru, untuk menghindari terganggunya arus penerbangan,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan opsi modifikasi cuaca jika status darurat ditetapkan. Upaya ini sebelumnya dinilai berhasil dalam mengendalikan curah hujan saat banjir.

Tak kalah penting, Muhidin mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau, khususnya untuk kebutuhan pokok sehari-hari. “Gunakan air secukupnya,” pesannya.

Pemerintah berharap, langkah pencegahan terpadu ini mampu meminimalkan risiko karhutla dan dampak kekeringan di Kalimantan Selatan.

Editor : Arif Subekti
kemarau ekstrem karhutla Gubernur Kalsel H Muhidin mencegah waspada