Uuu
KOTABARU- Masyarakat Desa Rampa, Kabupaten Kotabaru, terus menjaga produktivitas sektor kelautan sebagai tumpuan ekonomi utama, Rabu (8/4).
Dari pantauan Radar Banjarmasin di lapangan, aktivitas nelayan tidak hanya terfokus pada proses penangkapan ikan di laut, tetapi juga pada pemeliharaan sarana prasarana setelah melaut.
Arifin, salah satu nelayan lokal, menjelaskan bahwa jenis alat tangkap yang digunakan masyarakat setempat sangat beragam.
Mulai dari pancing rawai, pancing tonda, hingga metode menggondrong. Namun, hingga saat ini, penggunaan jaring hela dasar masih menjadi yang paling dominan dan aktif digunakan oleh warga.
"Keseharian masyarakat di sini terbagi dua. Sebagian besar ke laut dengan berbagai metode tangkap, dan sebagian lagi mengelola hasilnya di darat," ujar Arifin.
Ditambahkannya, pengelolaan hasil laut di Desa Rampa dilakukan melalui dua jalur distribusi. Hasil tangkapan segar ada yang langsung dijual ke pasar, sementara sebagian lainnya masuk ke proses pengolahan tradisional berupa pengeringan ikan (ikan asin) untuk menjaga nilai ekonomis dan daya simpan produk.
Selain aspek niaga, para nelayan memiliki standar operasional mandiri pasca-melaut. Perbaikan alat tangkap dan pengecekan mesin kapal menjadi agenda wajib sebelum mereka kembali berangkat.
"Intinya, setelah melaut kami langsung memastikan kondisi peralatan. Mesin dan jaring harus dipastikan siap pakai agar tidak ada kendala saat kembali mencari nafkah di tengah laut," tegasnya.
Selain dinamika kerja orang dewasa, suasana pemukiman nelayan di Rampa Berkah juga diwarnai dengan aktivitas sosial anak-anak pesisir. Saat air laut pasang, anak-anak setempat memanfaatkan area dermaga untuk berenang, bermain bola, hingga bermain layang-layang.
Editor : Arif Subekti