BANJARBARU – Komitmen serius dalam menangani banjir ditegaskan Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Sahrujani.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri forum RKPD 2026–2027 di Gedung KH Idham Chalid, Selasa (7/4), di hadapan Gubernur Kalsel Muhidin dan kepala daerah se-Kalimantan Selatan.
Sahrujani mengungkapkan, penanganan banjir di wilayahnya tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus komprehensif dan berkelanjutan.
Sebagai langkah awal, Pemkab HSU telah menganggarkan penyudetan sungai sepanjang 10 kilometer melalui APBD murni 2026.
“Namun total kebutuhan mencapai sekitar 40 kilometer. Kami berharap dukungan provinsi agar sisa pekerjaan bisa segera direalisasikan,” ujarnya.
Menurutnya, percepatan penanganan banjir tidak hanya menyelesaikan persoalan genangan, tetapi juga berdampak langsung pada ketahanan pangan, khususnya sektor pertanian di HSU.
Selain itu, Pemkab HSU juga mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah, yakni itik Alabio, yang dinilai memiliki potensi ekonomi besar.
“Kami berharap ada dukungan program strategis dari provinsi dan pusat. Di sisi lain, kami juga akan proaktif menjemput program ke pemerintah pusat,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Muhidin menyatakan dukungannya terhadap upaya yang dilakukan Pemkab HSU.
Ia menegaskan, penanganan banjir akan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk balai sungai.
“Kita laksanakan bersama-sama secara kolaboratif,” tegasnya.
Forum RKPD 2026–2027 ini pun menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten/kota dan provinsi dalam menyelesaikan persoalan strategis daerah.
Editor : Eddy Hardiyanto