BANJARBARU – Tren inflasi di Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan perbaikan signifikan pada Maret 2026. Namun di balik penurunan tersebut, lonjakan harga bahan pokok khususnya cabai rawit masih menjadi atensi serius.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan, menyebutkan posisi inflasi Kalsel kini turun ke peringkat ke-13 nasional. Padahal pada bulan sebelumnya, Kalsel sempat berada di posisi ketiga tertinggi.
“Alhamdulillah, inflasi kita menurun cukup signifikan. Bulan lalu kita di peringkat tiga nasional, sekarang sudah berada di urutan ke-13,” ujarnya, Selasa (7/4).
Penurunan ini merujuk pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang diumumkan sehari sebelumnya. Meski demikian, tekanan harga belum sepenuhnya mereda di sejumlah daerah.
Setidaknya lima kabupaten/kota masih mencatat inflasi di atas 0,5 persen, yakni Kabupaten Tabalong (Tanjung), Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Barabai), dan Kabupaten Kotabaru.
Gia mengungkapkan, lonjakan harga bahan pokok menjadi pemicu utama inflasi di wilayah tersebut. Komoditas yang paling mencolok adalah cabai rawit, telur ayam, dan daging ayam ras.
“Harga cabai rawit saat ini sudah di atas Rp100 ribu per kilogram, bahkan mencapai Rp110 ribu. Ini jauh di atas rata-rata nasional,” jelasnya.
Kenaikan harga cabai, dipicu faktor cuaca ekstrem seperti banjir yang menyebabkan gagal panen di sejumlah sentra produksi. Sementara itu, harga beras lokal dan premium juga mengalami kenaikan karena memasuki akhir masa panen.
Sebagai langkah pengendalian, Dinas Perdagangan bersama instansi terkait telah menggelar pasar murah sebanyak 14 kali di berbagai daerah.
“Kami akan kembali menggelar pasar murah pada akhir April hingga awal Mei, khususnya di daerah yang masih terdampak inflasi,” katanya.
Program tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, hingga organisasi perangkat daerah seperti Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan.
Tak hanya itu, pemerintah juga mengusulkan pengadaan armada toko keliling untuk mempercepat distribusi bahan pokok murah ke masyarakat.
“Dengan toko keliling, kita bisa lebih cepat menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan intervensi harga,” tambahnya.
Pemprov Kalsel menargetkan inflasi terus ditekan hingga berada di bawah rata-rata nasional. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga di tengah fluktuasi komoditas pangan.
Editor : M Oscar Fraby