Akhiri Isolasi Warga Lok Tunggul, TNI Bangun Jembatan Perintis Garuda di Pengaron

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Selasa, 7 April 2026 | 10:26 WIB
Personel TNI bersama warga saat peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Lok Tunggul, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Selasa (6/4/2026). (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
Personel TNI bersama warga saat peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Lok Tunggul, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Selasa (6/4/2026). (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

 

MARTAPURA - Dua tahun terisolasi, warga Desa Lok Tunggul, Kecamatan Pengaron, akhirnya melihat titik terang. 

Jembatan penghubung utama menuju Desa Lima yang putus akibat terjangan banjir di tahun 2024 lalu, kini mulai dibangun kembali.

Hal tersebut ditandai dengan dilakukannya groundbreaking Jembatan Perintis Garuda, oleh  Kodim 1006/Banjar pada Selasa (7/4). 

Pembangunan ini menjadi jawaban atas kesulitan warga yang selama ini harus memutar hingga lebih dari dua jam hanya untuk menjangkau desa seberang.

Padahal, saat jembatan masih berfungsi, waktu tempuh hanya sekitar 15 hingga 20 menit.

Dandim 1006/Banjar Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya menegaskan, pembangunan jembatan tersebut menjadi langkah konkret membantu kesulitan masyarakat.

“Jembatan ini sangat strategis karena menghubungkan Desa Lok Tunggul dengan Desa Lima. Selama ini warga sangat terdampak akibat akses yang terputus,” ujarnya.

Groundbreaking dilakukan serentak dan dibuka oleh Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin secara virtual. 

Ia menegaskan, pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya percepatan pembangunan dan membuka keterisolasian wilayah.

Proyek tersebut juga disebut sebagai bagian dari program prioritas pemerintah pusat yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat di daerah.

Bambang menambahkan, keterlibatan TNI merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab persoalan di lapangan.

“Kami mengajak semua pihak untuk mendukung agar pembangunan ini berjalan lancar dan segera bisa dimanfaatkan,” katanya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Banjar. Mewakili bupati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banjar H Ikhwansyah menegaskan komitmen daerah dalam menyukseskan program nasional.

“Pemkab Banjar akan terus bersinergi dan berkolaborasi dalam pembangunan yang berpihak pada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lok Tunggul Ja’far menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan warga.

“Kami sangat berterima kasih. Ini harapan besar bagi masyarakat agar akses kembali normal,” ucapnya.

Selain seremoni peletakan batu pertama, kegiatan juga diisi dengan pembagian bantuan sembako kepada warga.

Diakuinya, dengan dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda, masyarakat kini menaruh harapan besar terhadap akses yang lebih cepat, aman, dan efisien. 

Yang utamanya, tambah Ja’far juga untuk mndorong kembali aktivitas ekonomi dan sosial yang sempat terhambat selama dua tahun terakhir.

“Bagi kami ini bukan hanya jembatan, tapi harapan agar kehidupan warga bisa kembali normal,” ujar Ja’far.

Editor : Arif Subekti
Jembatan Perintis Garuda warga desa kabupaten banjar tni