RANTAU - Harapan warga Desa Sawaja, Kecamatan Candi Laras Utara (CLU) Kabupaten Tapin, untuk memiliki akses jembatan yang layak akhirnya mulai terwujud. Senin (6/4/2026), Komando Distrik Militer (Kodim) 1010/Tapin melaksanakan ground breaking pembangunan Jembatan Perintis Garuda.
Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pembangunan jembatan yang selama ini dinanti masyarakat. Jembatan tersebut diharapkan mampu membuka konektivitas antarwilayah, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi warga di kawasan tersebut.
Pelaksanaan ground breaking dilakukan serentak di seluruh jajaran Kodam XXII/Tambun Bungai, dengan pusat kegiatan di Palangka Raya yang dipimpin Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin. Di Tapin, kegiatan diikuti secara virtual dan disambut antusias warga Desa Sawaja.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kasilog Korem 101/Antasari Kolonel Inf Setiawan Nur Prakoso, Dandim 1010/Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tapin Zainal Abidin, Sekretaris Dinas PUPR Noor Fuadi, serta perwakilan Kecamatan CLU.
Dandim 1010 Tapin, Letkol Inf Dimas Yamma Putra, menegaskan pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari upaya TNI dalam memperluas akses infrastruktur hingga ke wilayah terpencil.
Menurutnya, Desa Sawaja menjadi prioritas karena kondisi jembatan sebelumnya sudah tidak layak, sehingga menghambat mobilitas masyarakat.
“Jembatan ini sangat penting untuk mempermudah aktivitas warga, baik ke sekolah, bekerja, maupun menuju lahan pertanian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut didanai pemerintah pusat dan dikerjakan oleh TNI dengan melibatkan pemerintah daerah serta partisipasi masyarakat setempat.
“Targetnya, akhir April jembatan ini sudah rampung dan bisa langsung dimanfaatkan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan bantuan sosial berupa sembako kepada warga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Sementara itu, Kasilog Korem 101/Antasari Kolonel Inf Setiawan Nur Prakoso menilai pembangunan Jembatan Garuda merupakan wujud nyata kehadiran TNI dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya infrastruktur.
“Dengan akses yang lebih baik, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga sosial masyarakat akan semakin lancar,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Tapin. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Zainal Abidin, menyebut keberadaan jembatan ini akan berdampak signifikan terhadap efisiensi waktu tempuh warga.
“Jika sebelumnya perjalanan bisa mencapai 30 menit, nanti cukup sekitar 15 menit saja. Ini tentu sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Editor : Arif Subekti