BANJARMASIN - Kondisi titian di Murung Selong, kawasan Banjarmasin Timur, kian memprihatinkan dan membahayakan warga. Pemerintah Kota Banjarmasin pun menargetkan percepatan perbaikan dalam waktu dekat.
Wali Kota Muhammad Yamin HR menegaskan, perbaikan menyeluruh diupayakan bisa terealisasi tahun ini. Namun, pelaksanaannya masih bergantung pada ketersediaan anggaran, termasuk kemungkinan melalui APBD Perubahan.
Sambil menunggu realisasi tersebut, Pemko akan melakukan penanganan awal. Fokusnya merapikan struktur titian yang ada serta memperkuat bagian bawah sebelum dilakukan pengecoran sebagai solusi jangka pendek.
“Saya minta dinas terkait segera menangani sementara, dirapikan dulu, diperkuat di bawahnya, baru kita lakukan pengecoran,” ujar Yamin, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, kekuatan struktur akan diuji terlebih dahulu, terutama untuk memastikan kemampuan menahan beban jika dilakukan pengecoran setebal sekitar 10 sentimeter.
Jika dinilai aman, pengecoran akan langsung dilakukan. Langkah ini dianggap lebih efektif untuk mencegah kerusakan semakin parah.
Selain itu, penguatan bagian bawah titian dinilai krusial untuk menghilangkan bagian yang goyang. Saat ini, kondisi kayu ulin dan paku yang digunakan sudah cukup berisiko bagi keselamatan warga.
“Kita tidak ingin ada lagi warga yang jadi korban. Ini harus segera ditangani,” tegasnya.
Dalam jangka panjang, Yamin juga menyoroti pentingnya penataan ulang kawasan bantaran sungai. Ia menegaskan, ke depan tidak boleh ada lagi bangunan berdiri di atas bantaran.
Sebagai solusi permanen, Pemko berencana membangun akses jalan yang lebih kokoh. Bahkan, opsi pengurukan di bagian depan sungai juga tengah dipertimbangkan.
“Harapannya, kita bisa punya jalan yang benar-benar permanen, aman, dan layak untuk masyarakat,” pungkasnya.
Diketahui, kondisi titian di Murung Selong selama ini hanya diperbaiki secara tambal sulam. Lubang-lubang yang menganga dan struktur yang rapuh membuatnya rawan kecelakaan, bahkan anak-anak dilaporkan sempat terjatuh akibat kondisi tersebut.
Editor : Eddy Hardiyanto