Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tawarkan Keindahan Alam, Namun Pamor Wisata Nateh Kian Meredup

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Minggu, 5 April 2026 | 08:32 WIB
Seorang pengunjung duduk di tepian sungai, sementara lainnya berenang di arus deras Sungai Nateh, Sabtu (4/4/2026). Jamaluddin/Radar Banjarmasin.
Seorang pengunjung duduk di tepian sungai, sementara lainnya berenang di arus deras Sungai Nateh, Sabtu (4/4/2026). Jamaluddin/Radar Banjarmasin.

 

BARABAI – Keindahan alam di Wisata Alam Nateh masih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. 

Lanskap sungai berarus deras yang diapit pepohonan hijau lebat serta latar perbukitan menghadirkan suasana alami yang tenang dan menyejukkan.

Kondisi hutan yang masih asri dan air yang relatif jernih menjadi keunggulan utama kawasan ini.

Menjadikan Wisata Alam Nateh sebagai salah satu destinasi wisata alam yang potensial di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Namun, di balik keindahan itu, jumlah kunjungan wisatawan justru mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. 

Aulia, penjaga warung di kawasan wisata itu, menyebut kondisi pengunjung kini tergolong sepi.

“Sekarang pengunjung tergolong sepi, tidak seperti dulu. Paling ramai hanya di momen tertentu saja,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, lonjakan pengunjung biasanya hanya terjadi saat momen Idul Fitri. 

“Kalau lebaran, dari hari pertama sampai selesai itu ramai. Tapi kalau hari biasa hampir tidak ada,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat dirinya hanya berjualan pada waktu tertentu. 

“Saya buka warung biasanya saat akhir pekan atau kalau ada tanggal merah saja,” tambahnya.

Aulia juga mengaku heran dengan perubahan yang terjadi. Ia menilai kondisi wisata Nateh berbalik drastis dibandingkan saat awal dikembangkan sebagai desa ekowisata.

“Dulu sejak dijadikan desa ekowisata, di sini selalu ramai. Sekarang malah berbalik 360 derajat, pamornya seperti redup,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan keindahan alam Pantai Nateh masih menjadi nilai utama yang sulit disaingi.

“Kalau soal pemandangan, di sini tidak bisa dikalahkan dengan wisata air lainnya. Gunung, air jernih, hutan masih lebat, itu yang bikin suasana di sini tetap bagus,” tutupnya.

Wisata ini bukan milik pemerintah, hanya dikelola secara pribadi oleh warga setempat. Dulu sempat banyak dukungan dari berbagai pihak untuk memajukan wisata ini.

Dari pengamatan di lapangan, salah satu faktor yang membuat wisata ini redup adalah tidak adanya inovasi.

Sekarang di HST beberapa tempat wisata air memiliki konsep dan inovasi yang lebih modern. Pengelola menyediakan fasilitas vila, restoran dan cafe. 

Sedangkan di Nateh mempertahankan gaya natural tanpa sentuhan konsep.

Nor Fikriah, salah satu pengunjung mengaku terpukau dengan pemandangan di wisata alam ini.

Baginya Ini bukan kunjungannya yang pertama, namun rasanya suasana ketentraman hati selalu didapat saat berada di sini.

"Melihat kondisi wisata ini sebenarnya ada plus minusnya. Bagi pelancong seperti saya lebih suka ketenangan ketika datang ke sini. Tapi di sisi lain, banyak warga yang bergantung pendapatan dari wisata ini," ungkapnya.

Ia optimis meski pamornya kian meredup, pesona alami Nateh tetap menyimpan potensi besar untuk kembali bangkit, asalkan didukung pengelolaan dan perhatian yang lebih serius dari berbagai pihak.

"Tempat ini punya daya tarik tersendiri," pungkasnya.

Editor : M Oscar Fraby
#wisata alam #Barabai #HST