Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Andi Rudi Bawa Pulang Buku Berani Tidak Disukai dari Tanah Bumbu Expo 2026, Apa Isinya? 

Zulqarnain RB • Jumat, 3 April 2026 | 13:06 WIB
BUKU PILIHAN: Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menunjukkan buku Berani Tidak Disukai usai mengunjungi pojok baca pada Tanah Bumbu Beraksi Expo 2026. (Foto: Zulqarnain/Radar Banjarmasin) 
BUKU PILIHAN: Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menunjukkan buku Berani Tidak Disukai usai mengunjungi pojok baca pada Tanah Bumbu Beraksi Expo 2026. (Foto: Zulqarnain/Radar Banjarmasin) 

 

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menyambangi pojok baca usai membuka Tanah Bumbu Beraksi Expo 2026 di Kecamatan Simpang Empat. Layanan perpustakaan keliling milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan itu menyediakan beragam literatur, mulai dari novel, buku pengembangan diri, hingga buku anak-anak.

Dari sekian koleksi yang terpajang, Andi Rudi memilih buku karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga berjudul Berani Tidak Disukai. Ia bahkan memutuskan membawa buku itu pulang. Lantas, apa sebenarnya isi buku ini?

Secara garis besar, buku ini membedah cara manusia meraih kebahagiaan sejati dengan melepaskan diri dari belenggu masa lalu serta tekanan ekspektasi orang lain. Karya ini mengulas prinsip Adlerian yang dikemas melalui dialog antara seorang pemuda dan filsuf. 

Salah satu gagasan penting yang diangkat untuk mencapai kebahagiaan adalah konsep separation of tasks atau pemisahan tugas. Gagasan ini menyatakan bahwa sebagian besar masalah dalam hubungan manusia muncul karena kecenderungan mencampuri urusan orang lain.

Melalui konsep itu, buku ini menekankan bahwa persoalan disukai atau tidak disukai merupakan hak orang lain yang berada di luar kendali diri. Adapun tugas individu adalah menjalani hidup sebaik mungkin sesuai prinsip pribadi.

Selain membahas relasi sosial, buku ini juga menantang konsep trauma dengan menegaskan bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan seseorang. Penulis ingin menunjukkan bahwa setiap orang tetap memiliki kendali untuk memilih sikap, mengubah cara pandang, dan menentukan arah hidupnya sendiri, terlepas dari pengalaman yang pernah dialami.

Buku ini juga mengajak seseorang berani melepaskan keinginan untuk diakui oleh lingkungan sosial. Dengan begitu, ia dapat hidup lebih autentik tanpa terjebak dalam persaingan yang tak perlu.

Mengenai pilihannya tersebut, Andi Rudi Latif mengaku belum pernah membaca buku itu sebelumnya. Namun, ia tertarik sejak pertama kali melihat judulnya. 

"Judulnya Berani Tidak Disukai. Ini bukunya sangat menantang," ujarnya, Kamis (2/4) malam.

Baginya, prinsip-prinsip yang ditawarkan dalam literatur seperti ini sering kali memberikan perspektif baru. Terlebih, kata dia, buku tersebut ditulis oleh orang Jepang yang masyarakatnya dikenal memiliki kedisiplinan tinggi dalam berbagai aspek kehidupan. 

"Tapi nanti dibahas di lain waktu, setelah bukunya selesai dibaca," tukasnya.

Editor : Arif Subekti
#Baca #Tanah Bumbu #buku #expo #batulicin