MARTAPURA – Lebih dari 100 hektare lahan pertanian di Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, tak bisa digarap selama lebih dari tiga tahun. Penyebabnya karena genangan air yang tak kunjung surut. Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan produksi padi.
Camat Tatah Makmur, Rahmat Wahyudi menyebutkan, ada empat desa yang terdampak langsung genangan. Yakni Pamangkih Baru, Tampang Awang, Taibah Raya, dan Jaruju Laut. “Sudah lebih dari tiga tahun para petani tidak bisa menanam padi di lahan mereka yang selalu tergenang air. Dampaknya, produksi padi di kecamatan kami menurun,” terangnya.
Merumuskan langkah penanganan, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar menggelar pertemuan lintas instansi, Kamis (2/4). Usai pertemuan, tim gabungan langsung turun ke lapangan untuk meninjau kondisi riil sekaligus mengidentifikasi sumber persoalan.
Dari hasil pengecekan sementara, genangan terjadi karena aliran air yang tidak lancar, sehingga air tertahan di kawasan lahan pertanian.
Muhammad Elyani, petugas DPUPRP Kabupaten Banjar menjelaskan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah pemasangan gorong-gorong di dua titik strategis, yakni di dekat Gedung PNPM Desa Tampang Awang dan di sekitar trafo listrik Desa Pamangkih Baru.
Menurutnya, intervensi teknis ini diharapkan mampu memperlancar aliran air yang selama ini tersumbat, sehingga genangan dapat berangsur surut. “Ini langkah awal yang bisa segera kita lakukan agar air punya jalur keluar. Sehingga genangan berkurang dan lahan pertanian bisa kembali dimanfaatkan oleh petani,” cetusnya.
Selain pemasangan gorong-gorong, DPUPRP juga akan melakukan evaluasi lanjutan untuk melihat kemungkinan penanganan jangka panjang. “Termasuk normalisasi saluran atau penataan sistem drainase di sekitar sana,” imbuhnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus memantau perkembangan di lapangan agar solusi yang diterapkan benar-benar efektif. “Kami akan lihat perkembangan setelah pemasangan ini. Jika memang masih diperlukan penanganan lanjutan, tentu akan kami kaji kembali agar permasalahan genangan ini bisa tertangani secara menyeluruh,” tutupnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief