Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mulai diantisipasi serius. Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) HSU kini bersiaga penuh, dengan personel yang disiapkan selama 24 jam.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan respons cepat saat terjadi kebakaran, terutama di wilayah yang selama ini dikenal rawan.
Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar HSU, H. Barkat Syahrul Kalam, menegaskan penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fokus utama.
“Anggota harus selalu siap menghadapi kondisi darurat, khususnya karhutla,” ujarnya, Rabu (1/4).
Tak hanya SDM, kesiapan armada juga menjadi perhatian. Perawatan rutin terhadap sarana dan prasarana pemadam terus dilakukan guna mencegah kendala teknis saat dibutuhkan di lapangan.
Saat ini, Damkar HSU mengandalkan satu unit mobil pemadam medium pressure berkapasitas 6.000 liter serta unit water supply dengan pompa portabel. Armada ini disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla secara lintas sektor.
Koordinasi lintas instansi pun diperkuat. Satpol PP dan Damkar HSU menggandeng BPBD, TNI, dan kepolisian dalam upaya pencegahan hingga penanganan kebakaran.
Sejumlah kecamatan menjadi fokus pengawasan karena dinilai rawan muncul titik api. Di antaranya Banjang, Amuntai Selatan, Amuntai Tengah, Amuntai Utara, Sungai Pandan, hingga Babirik.
Wilayah-wilayah tersebut kerap mengalami kebakaran, baik akibat faktor alam maupun dugaan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Dengan kesiapsiagaan ini, pemerintah daerah berharap potensi karhutla dapat ditekan sejak dini, sebelum meluas dan berdampak lebih besar.
Editor : Eddy Hardiyanto