Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalsel mendorong pengembangan budidaya perikanan melalui pembentukan klaster pengembangan ikan gabus (haruan) dan toman. Program ini sebagai upaya mendukung program Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan dalam meningkatkan produksi perikanan dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Rusdi Hartono menjelaskan pengembangan ikan gabus dilakukan dengan menjadikan UPTD Perikanan Budidaya dan Kesehatan Lingkungan sebagai klaster pembenihan.
“Fokus utama pengembangan budidaya ikan gabus adalah ketersediaan benih. Karena itu kita jadikan UPTD Perikanan Budidaya dan Kesehatan Lingkungan sebagai klaster pembenihan, sehingga kebutuhan benih bagi pembudidaya dapat dipenuhi dari daerah sendiri,” kata Rusdi.
Selama ini sebagian benih ikan gabus masih didatangkan dari luar daerah. Dengan adanya klaster pembenihan diharapkan produksi benih lokal dapat meningkat dan mendukung program pengembangan Kampung Haruan di beberapa wilayah seperti Barabai dan Kandangan.
Selain itu, Dislutkan Kalsel juga mendorong diversifikasi budidaya dengan melibatkan pembudidaya ikan toman di keramba untuk mengembangkan ikan gabus.
“Pembudidaya ikan toman relatif mudah, karena karena karakteristiknya hampir sama dengan ikan gabus. Baik dari jenis pakan maupun masa pemeliharaan yang berkisar delapan sampai sepuluh bulan,” jelasnya. (mc)
Editor : Arief