Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Akses Warga Sempat Terputus, Jembatan Sungai Harang yang Roboh Kini Mulai Dibangun Ulang

Jamaludin • Selasa, 31 Maret 2026 | 13:22 WIB

CEK LOKASI:Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon ditemani warga dan perangkat desa meninjau lokasi jembatan Sungai Harag yang roboh beberapa waktu lalu.
CEK LOKASI:Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon ditemani warga dan perangkat desa meninjau lokasi jembatan Sungai Harag yang roboh beberapa waktu lalu.

BARABAI – Aktivitas masyarakat di Desa Sungai Harang, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sempat lumpuh akibat putusnya jembatan penghubung desa yang dimakan usia.

Kondisi ini berdampak langsung pada sekitar 35 kepala keluarga atau kurang lebih 200 jiwa.

Jembatan yang sebelumnya terbuat dari kayu ulin dengan ukuran 12 meter x 3 meter itu roboh dan tidak dapat dilalui.

Selain karena faktor usia, kondisi struktur yang sudah lapuk, membuat jembatan tersebut tidak lagi mampu menahan beban.

Akibatnya, akses utama warga untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi dan pendidikan anak-anak, menjadi terhambat.

Polres HST bersama Pemerintah Kabupaten HST mulai melaksanakan pembangunan jembatan baru di lokasi tersebut.

Kapolres HST, Jupri JHP Tampubolon mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah mengetahui kondisi jembatan yang putus dan viral di media sosial (medsos).

“Kami tidak bisa tinggal diam melihat kesulitan masyarakat. Begitu informasi ini viral, kami langsung turun dan berkoordinasi dengan Pemkab HST agar jembatan ini segera dibangun kembali. Ini adalah akses vital bagi warga, baik untuk aktivitas ekonomi maupun pendidikan anak-anak,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Putusnya jembatan membuat warga kesulitan menjangkau wilayah lain, termasuk anak-anak sekolah dasar yang tidak dapat menuju sekolah.

Situasi ini mendorong percepatan penanganan agar akses masyarakat segera pulih.

Pembangunan jembatan baru menggunakan material kayu ulin dan besi dengan ukuran lebih lebar, yakni 12 meter x 4 meter.

Proyek ini dibiayai oleh Pemkab HST dengan anggaran sekitar Rp250 juta dan ditargetkan selesai dalam waktu 25 hari.

Selain kondisi geografis yang berada di wilayah pegunungan, lokasi pembangunan juga memiliki keterbatasan jaringan komunikasi.

Meski demikian, proses pembangunan melibatkan personel Polres HST bersama masyarakat setempat melalui gotong royong.

Pada hari pertama, pekerjaan difokuskan pada pembersihan sisa-sisa jembatan lama, serta pengukuran untuk pembangunan baru.

“Melalui pembangunan Jembatan Merah Putih ini, kami berharap mobilitas masyarakat kembali lancar dan roda perekonomian dapat berjalan normal,” tutupnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#Kapolres HST #kayu ulin #jembatan roboh #Kabupaten Hulu Sungai Tengah #Barabai