BANJARMASIN – Pembangunan Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota Banjarmasin kini memasuki tahap akhir.
Setelah fisik bangunan rampung, proses berikutnya beralih ke pengisian furnitur.
Namun, besaran anggaran pengadaan mebeler masih dalam tahap pengkajian.
Kasubag Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan inventarisasi kebutuhan furnitur yang akan ditempatkan di rumdin tersebut.
“Apa saja yang akan diisi masih kami data,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, nilai anggaran baru dapat ditentukan setelah seluruh kebutuhan terdata secara rinci.
Hal ini penting agar proses pengadaan berjalan terukur dan tepat sasaran.
“Kalau sudah final, baru ketahuan berapa anggaran yang perlu disiapkan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar, mengapresiasi rampungnya pembangunan fisik rumdin tersebut.
Ia menilai proyek ini menunjukkan kinerja Dinas PUPR yang berjalan sesuai target.
“Rumdin ini bukan hanya tempat tinggal, tapi juga simbol daerah sekaligus sarana menerima tamu resmi. Fungsinya harus optimal,” tegasnya.
Terkait pengadaan furnitur, politisi Partai Golkar itu mengingatkan agar tetap mengedepankan prinsip efisiensi tanpa mengabaikan kualitas.
“Pilih yang berkualitas, tapi jangan boros. Kami akan awasi agar sesuai dengan pembahasan anggaran,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar rumdin segera difungsikan setelah pengisian selesai. Selain itu, perhatian terhadap lingkungan sekitar, seperti sistem drainase, dinilai penting untuk mencegah masalah di kemudian hari.
“Jangan sampai bangunan lama terbengkalai dan menimbulkan persoalan baru. Intinya, anggaran harus benar-benar memberi manfaat bagi pemerintahan,” pungkasnya.
Diketahui, pembangunan rumdin wali kota ini dilakukan dalam dua tahap dengan total anggaran mencapai Rp14 miliar, yakni Rp5 miliar pada tahap pertama dan Rp9 miliar pada tahap kedua.
Bangunan yang berada di kawasan Jalan Sudimampir ini mengusung konsep arsitektur khas Banjar, Gajah Manyusu yang dipadukan dengan Balai Laki. Selain sebagai hunian resmi, rumdin ini juga diharapkan menjadi representasi budaya lokal Kota Banjarmasin.
Editor : Eddy Hardiyanto