BANJARBARU – Sebanyak 13.858 penumpang tercatat menggunakan penerbangan saat puncak arus balik Lebaran di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Sabtu (28/3). Belasan ribu penumpang itu mencatatkan momen tersibuk sepanjang periode arus balik.
Selain lonjakan penumpang, aktivitas penerbangan juga tercatat meningkat. Sebanyak 98 pesawat beroperasi, serta angkutan kargo mencapai 118 ton. Angka ini menandai pertumbuhan signifikan dibandingkan arus balik tahun sebelumnya.
Branch Communication & CSR Department Head Bandara Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor, menegaskan bahwa tren arus balik tahun ini terpantau tinggi dan stabil. “Pada puncak arus balik 28 Maret, jumlah penumpang mencapai 13 ribu lebih. Ini menjadi salah satu pergerakan tertinggi selama periode Lebaran tahun ini,” terangnya.
Zulfian menjelaskan, jumlah penumpang pada puncak arus balik tahun ini tumbuh sekitar 12,1 persen dibandingkan 2025. Bahkan jika dibandingkan kondisi sebelum pandemi 2019, trafik penumpang sudah melampaui dengan tingkat pemulihan mencapai 134,1 persen.
Meski puncak arus balik telah terjadi, trafik penumpang pada Minggu (29/3) kemarin diperkirakan masih tinggi dengan 12.585 penumpang dan 84 penerbangan. Pergerakan diprediksi terkonsentrasi pada jam sibuk yakni, pukul 12.00–12.59 WITA dan 22.00–22.59 WITA (kedatangan) dan pukul 12.00–12.59 WITA dan 19.00–19.59 WITA (keberangkatan).
Dia menambahkan, lonjakan arus balik turut ditopang oleh penambahan extra flight yang dioptimalkan selama periode Lebaran. “Tambahan penerbangan turut membantu mengakomodasi lonjakan penumpang, sehingga layanan tetap berjalan lancar,” jelas Zulfian.
Tak hanya penumpang udara, lonjakan arus balik juga terjadi di Pelabuhan Triskati Banjarmasin. Tercatat sebanyak 1.531 penumpang komersial yang turun, Minggu (29/3) siang. Bahkan, pada malam hari, kapal dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya Jawa Timur kembali sandar. “Jumlah penumpang kurang lebih sama, sekitar seribu orang lebih,” terang Koordinator Shift PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) Cabang Banjarmasin, Hasrullah.
Ia menyebut, puncak arus balik mudik Lebaran melalui moda transportasi air di pelabuhan sudah berlangsung dan maju dibandingkan perkiraan sebelumnya. “Puncak arus balik telah berlangsung dan akan bertahan hingga besok (Senin, red),” tutupnya.
Sementara, pergerakan penumpang di Terminal Tipe A Gambut Barakat terjadi penurunan. Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Gambut Barakat, Fauzi Arka Putri Wibisono, mengungkapkan, berdasarkan data produksi harian per Jumat, 27 Maret 2026, pergerakan penumpang, baik kedatangan maupun keberangkatan, yang terkoreksi dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Untuk angkutan antar provinsi (AKAP), kedatangan turun dari 933 menjadi 717 penumpang, atau berkurang 216 orang. Sementara keberangkatan juga menyusut dari 726 menjadi 586 penumpang, berkurang 140 orang,” ujarnya, Minggu (29/3) sore.
Penurunan serupa terjadi pada angkutan dalam provinsi (AKDP). Kedatangan tercatat lebih rendah, dari 3.716 menjadi 3.231 penumpang atau berkurang 485 orang. Sedangkan keberangkatan turun dari 3.850 menjadi 3.552 penumpang, berkurang 298 orang.
Secara keseluruhan, total kedatangan gabungan AKAP dan AKDP menyusut dari 4.649 menjadi 3.948 penumpang, atau berkurang 701 orang. Sementara total keberangkatan turun dari 4.576 menjadi 4.138 penumpang, berkurang 438 orang.
Jika dibandingkan hari sebelumnya, tren penurunan juga terlihat. Total kedatangan penumpang turun dari 4.294 menjadi 3.948 orang, atau berkurang 346 penumpang. Sementara keberangkatan menyusut dari 4.299 menjadi 4.138 penumpang, turun 161 orang.
Fauzi menegaskan, kondisi ini menunjukkan arus balik tetap berjalan, namun tanpa lonjakan seperti tahun-tahun sebelumnya. “Arus balik ada, tapi tidak meledak. Pergerakannya cenderung fluktuatif dan tersebar,” terangnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief